Tembok Rumah Warga Bukit Abas Retak, ini Penyebabnya
Riaupunya.com --Dampak dari pembangunan proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai mulai dirasakan Warga rukun tetangga (RT) 21 Bukit Abas Kelurahan Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai yang berada di sepanjang bibir jalan, mereka mengeluh akan situasi bangunan rumah yang mengalami keretakan.
Pelaksanaan pekerjaan proyek Jalan Tol Dumai-Pekan Baru terkesan tidak mengindahkan lingkungan, terutama di STA 13.000 sampai STA 15.000. Serta pembangunan jembatan layang (fly over) penghubung beberapa pedesaan di wilayah Proyek Tol Dumai-Pekanbaru.
Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Rukun Tetangga Kelurahan Kayu Kapur Muhammad Ali, Minggu 30 Juni 2019 malam di sela pertemuan pembangunan proyek jalan tol Dumai-Pekanbaru merugikan warga.
Hal itu bisa di buktikan dengan getaran pemasangan paku bumi, angkutan perusahaan melebihi tonase, pengalian C untuk penimbunan jalan tol dan alat berat yang lalu lalang yang membikin kondisi rumah retak retak.
Namun ucap Ali, sesuai hasil pertemuan warga dan FKRT, LPMK serta organisasi payuban yang ada di lingkungan masyarakat berdampak wilayah Kelurahan Kayu Kapur akan mengambil sikap kekeluargaan dengan di mediasi oleh pihak Kelurahan , bila tidak ada titik temu maka akan dilaksanakan eksen lapangan.
Disamping Itu Ketua LPM Kelurahan Bukit Kayu Kapur Hamdi, hanya bisa mengatakan keputusan ada pada semua element masyarakat , pihak LPMK hanya bisa penghubung ke kelurahan saja.
Berbeda dengan Ketua RT 26 Jhoni Bangun, dirinya meminta kepada pihak perusahaan untuk turun bersama survei lingkungan dan mencari solusi, jangan kepentingan perusahaan ekonomi warga terhenti, paska penutupan jalan dengan di bangun jembatan layang (play over).
Serta Pembangunan jalan tol jangan jadi momok ketakutan warga dengan oknum aparat ke amanan yang bertugas di lapangan galian C, apa sudah kantongi izin galian C nya meski itu proyek negara izin tetap berlaku karena pelaksananya kan perusahaan, ujarnya.
Di samping itu juga yang paling utama rumah warga yang retak dampak dari pembangunan jalan tol di ganti rugi, jangan warga selalu dapat susah akibat pekerjaan pembangunan tol, ujar Jhoni .
"Jujur bila tak di indahkan pihak pelaksana kami masyarakat bakal menstop dan menguasai arena STA 13.000 s/d STA 15.000,"katanya mengakhiri.(sar)




























































