Rabu, 30 September 2026 - 15:50:10 WIB

Tanjung Leban Jadi Laboratorium Hidup, Menhut Dorong Kolaborasi Jaga Gambut

BANDARLAKSAMANA– Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni menyebut Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, sebagai “laboratorium hidup” dalam upaya menjaga ekosistem gambut dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan Raja Juli saat mengunjungi Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove di Desa Tanjung Leban, Rabu 30 September 2026.

Raja Juli mengatakan, meski hotspot di Riau saat ini relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Pencegahan Karhutla harus terus diperkuat, terutama di kawasan gambut.

“Pencegahan sangat penting untuk menangani Karhutla. Hari ini kita belum baik-baik saja,” tegas Raja Juli.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan gambut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat lokal, pemerintah, aparat dan dunia usaha harus terlibat dalam membangun sistem pengelolaan gambut yang berkelanjutan.

“Masyarakat lokal di Desa Tanjung Leban ini memiliki pengalaman terbaik yang luar biasa. Pelajarannya adalah semua harus bekerja sama. Masyarakat, pemerintah dan pengusaha harus terlibat bersama, berkolaborasi dan berkomunikasi dalam mengatur sistem pengelolaan gambut,” ujarnya.

Gambut Harus Tetap Basah

Raja Juli menekankan pentingnya menjaga tata air gambut untuk menekan risiko Karhutla. Salah satunya dengan memastikan sekat kanal tetap berfungsi dan dirawat secara berkelanjutan.

Menurutnya, gambut yang terlalu kering memiliki risiko lebih besar terbakar. Karena itu, pengelolaan tata air menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem gambut.

“Di sini adalah laboratorium hidup,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja bersama masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini menjaga kawasan gambut di Riau.

“Alhamdulillah Riau saat ini hotspot-nya terendah. Saya kira ini berkat kerja keras seluruh pihak yang bahu-membahu dan bergotong royong,” katanya.

Kasmarni Dorong Jadi Model

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni berharap kunjungan Menteri Kehutanan menjadi momentum memperkuat pengelolaan gambut di daerah tersebut.

Menurut Kasmarni, praktik yang dilakukan di Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove Tanjung Leban dapat menjadi model yang diterapkan di kawasan lain, termasuk dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan karakter lahan gambut.

“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan kerja ini bisa menjadi salah satu contoh daerah kabupaten maupun provinsi bagaimana cara penanganan gambut, termasuk tanaman apa yang cocok,” ujar Kasmarni.

Ia berharap berbagai pengetahuan dan praktik yang disampaikan para pakar di kawasan tersebut dapat direplikasi di wilayah lain.

“Tadi sama-sama kita menyaksikan apa yang dilakukan dan disampaikan oleh pakar-pakar. Kami berharap bisa direplikasikan,” katanya.

Dalam kunjungan itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar kawasan Rumah Runding memiliki gerbang khusus sebagai identitas kawasan serta penanda atau tugu di lokasi pohon pertama yang ditanam dalam sejarah restorasi gambut.

Kasmarni menyatakan akan mengupayakan pembangunan fasilitas tersebut.

“Insyaallah tahun ini,” jawabnya.

Tinjau Bintangor, Jelutong dan Sekat Kanal

Raja Juli didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto serta sejumlah pejabat lainnya.

Rombongan meninjau pohon endemi yang pertama ditanam di kawasan tersebut, di antaranya Bintangor dan Jelutong.

Mereka juga melihat langsung kondisi permukaan air gambut dan infrastruktur sekat kanal yang menjadi bagian penting dalam menjaga kelembapan lahan.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan praktik pengelolaan ekosistem gambut berbasis masyarakat yang mengedepankan pencegahan Karhutla melalui pengelolaan tata air dan kolaborasi lintas sektor.(AP)

Berita terkini

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan JK

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau Ajak Masyarakat Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siak Optimis Raih Adipura tahun ini

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus DBD di Pekanbaru tak Terkendali, Ini Saran DPRD

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Fatwa Haram untuk Pekerja Buzzer

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua MPR Sarankan Korban Berita Hoax Melapor

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Harris Resmikan Dua Proyek Dermaga di Kuala Kampar

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Ruang Koruptor Melepas Rindu dengan Keluarga

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+