Gandeng FPK, DPRD dan Kesbangpol Bengkalis Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman di Kecamatan Pinggir
BENGKALIS -- Upaya memperkuat persatuan dan pembauran kebangsaan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama DPRD dan masyarakat. Salah satunya melalui sinergi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang digelar di Kecamatan Pinggir, Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Pinggir tersebut melibatkan Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis. Hadir langsung Kepala Kesbangpol Bengkalis, Drs. H. Suwarto, S.Pd., M.Pd., yang mendampingi rombongan Komisi I DPRD.
Rombongan disambut Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bengkalis M. Arsya Fadillah, S.IP., bersama sejumlah anggota Komisi I DPRD, di antaranya Tantowi Saputra Pangaribuan, Hj. Zahraini, Dapot Hutagalung, Horas Sitorus, H. Zamzami, Rumbin Sitio, Suyanto, Ibra Teguh dan Surya Riski.
Dari Kesbangpol Bengkalis, Suwarto didampingi Bissalmi selaku Perencana Ahli Muda. Kegiatan juga diikuti Ketua FPK Kecamatan Pinggir beserta jajaran.
Camat Pinggir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD dan Kesbangpol terhadap penguatan pembauran kebangsaan di wilayah Kecamatan Pinggir.
Menurutnya, keberagaman masyarakat harus terus dirawat melalui komunikasi dan kebersamaan sehingga menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Bengkalis M. Arsya Fadillah menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus hadir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Kami siap berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya masyarakat di Kecamatan Pinggir. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat terus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Ketua FPK Kecamatan Pinggir menegaskan bahwa keberadaan FPK sebagai lembaga sangat penting dalam memelihara kerukunan serta mempererat hubungan antar suku, agama, ras, dan golongan.
Di dalam lingkungan masyarakat yang memiliki berbagai latar belakang, komunikasi, toleransi, dan rasa kebersamaan dianggap sebagai elemen kunci untuk menghindari potensi konflik dan menjaga keharmonisan di daerah.
FPK Diharapkan Aktif di Masyarakat
Kepala Kesbangpol Bengkalis, H. Suwarto, menegaskan bahwa pembauran kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
Ia berpendapat bahwa semua elemen masyarakat memiliki peran yang setara dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan.
“Pembauran kebangsaan harus kita bangun secara nyata di tengah masyarakat. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, tetapi seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Bengkalis secara bersama,” tegas Suwarto.
Ia mengungkapkan bahwa FPK memiliki posisi yang strategis sebagai wadah komunikasi masyarakat serta sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Oleh karena itu, keberadaan FPK diharapkan tidak hanya terfokus pada kegiatan administratif, tetapi juga mampu hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin FPK tidak sekadar hadir secara administratif, namun benar-benar terlibat dalam masyarakat. Bangun komunikasi, deteksi potensi masalah sejak dini dan utamakan musyawarah. Melalui kebersamaan, kita dapat menjaga kondusivitas dan memperkuat persatuan di Kabupaten Bengkalis,” lanjutnya.
Dalam pertemuan itu, Komisi I DPRD Bengkalis juga mendorong peningkatan kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, Kesbangpol, FPK, dan masyarakat.
Kolaborasi dianggap semakin penting di Kecamatan Pinggir yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan karakteristik masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunikasi dan koordinasi antar elemen dapat semakin diperkuat. Bukan hanya untuk menjaga kerukunan, tetapi juga untuk mendorong tumbuhnya toleransi dan gotong royong sebagai modal sosial dalam pembangunan Kabupaten Bengkalis.
“Dengan sinergi yang kuat dan semangat kebersamaan, pembauran kebangsaan dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan serta mendukung terwujudnya Bengkalis yang aman, harmonis, dan maju,” tutup Suwarto. (AP)











































