Sabtu, 01 Agustus 2026 - 13:57:05 WIB

DPD IMM Gelar Rakor Bidang Perkaderan IMM se-Riau

PEKANBARU -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Riau menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang Perkaderan untuk tahun 2026 yang dilaksanakan bersamaan dengan Sarasehan Perkaderan IMM Riau pada hari Sabtu dan Ahad, 1 dan 2 Agustus 2026.

Acara ini mengangkat tema "Pengembangan Kader untuk Kepemimpinan Masa Depan Indonesia" dan dilaksanakan di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), yang dihadiri oleh pengurus Bidang Perkaderan DPD IMM Riau serta wakil dari Pimpinan Cabang (PC) IMM di seluruh Riau.

Rapat koordinasi ini berfungsi sebagai sarana strategis untuk menilai dan menetapkan arah yang lebih inklusif dan relevan dalam perkaderan IMM, sehingga dapat menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

Dalam dua hari acara, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari sarasehan dengan para mantan Ketua Umum DPD IMM Riau dan para instruktur, diskusi mendalam mengenai Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) IMM, hingga lokakarya tentang pelaksanaan perkaderan formal dan informal di IMM.

Ketua panitia pelaksana, Boy Syahril, SIKom., dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berperan sebagai forum koordinasi, tetapi juga sebagai tempat untuk berbagi ide dalam memperkuat sistem kaderisasi IMM.

Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan format perkaderan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan masyarakat saat ini, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengikuti jenjang perkaderan lanjutan serta mengimplementasikan hasil perkaderan di tengah masyarakat.

"Rakor Bidang Perkaderan ini kami rancang sebagai ruang koordinasi sekaligus sarasehan untuk mencari format perkaderan IMM yang lebih inklusif dan sesuai dengan tantangan zaman. Kaderisasi yang baik akan melahirkan kepemimpinan yang terarah, karena pemimpin yang tidak dikader akan kehilangan arah dalam menjalankan organisasi," ujar Boy.

Selain itu, Boy menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi kepemimpinan organisasi. Di era digital, menurutnya, kader IMM juga harus memiliki kompetensi komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas agar mampu menjawab tantangan global.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, SKom., menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam Pimpinan Cabang IMM yang aktif di Provinsi Riau. Ia mengingatkan bahwa setiap kader IMM harus mengembangkan tiga kompetensi utama, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai identitas kader Muhammadiyah.

"Kader IMM harus memiliki tiga kompetensi utama, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Kehadiran kita di organisasi harus membawa manfaat, bukan menjadi benalu. Ketika kita telah mengikrarkan diri sebagai kader IMM, maka kita juga harus siap berjuang dan bertanggung jawab terhadap amanah organisasi,” pesan Alpin

Menurutnya, religiusitas menjadi landasan keimanan dalam setiap gerakan, intelektualitas harus diwujudkan melalui budaya akademik yang jujur dan bebas dari praktik kebohongan maupun plagiarisme, sedangkan humanitas tercermin melalui karya-karya organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kader agar senantiasa bertanggung jawab terhadap amanah organisasi dan tidak menjadi beban dalam gerakan.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau merangkap sebagai Koordinator Bidang Perkaderan, Dr H Baidarus, MM MAg., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa religiusitas merupakan nilai utama dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang harus diwujudkan dalam kehidupan kader sehari-hari.

"Kader adalah inti gerakan Muhammadiyah. Karena itu, proses kaderisasi harus terus diperkuat dengan menjadikan nilai religiusitas sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, kita berharap lahir kader-kader Persyarikatan yang mampu mewujudkan kampus Islami dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Dr Baidarus yang juga Wakil Rektor II Umri.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya kampus Islami di lingkungan UMRI dengan menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai pedoman. Menurutnya, kader merupakan inti gerakan Muhammadiyah sehingga proses kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari Masa Ta'aruf (MASTA) di tingkat fakultas hingga pelaksanaan Darul Arqam Dasar di tingkat universitas.

Melalui sinergi antara Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, diharapkan pembinaan mahasiswa dapat melahirkan kader-kader Persyarikatan yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, serta kemajuan Muhammadiyah. Rakor Bidang Perkaderan IMM Riau Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan baru yang semakin memperkuat sistem kaderisasi IMM di Provinsi Riau. **

Berita terkini

Komisi I DPRD Riau Dalami Laporan LBH Sakai

Senin, 26 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Pajak Pertalite di Riau Turun 5 Persen

Senin, 26 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Aklamasi, Said Syarifuddin Pimpin HNSI Inhil

Kamis, 22 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Antisipasi Kondisi Cuaca, ini Himbauan Diskes Pekanbaru

Kamis, 22 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Puan Maharani : Kakek Saya Juga dari Sumatera Barat

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Kekurangan Bidan, Pertolongan Ibu Hamil tak Maksimal

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Waw.. Google Suntik Dana untuk Go-Jek USD 1,2 Miliar

Senin, 29 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Dailami Firdaus: Kembalikan Kedaulatan Ekonomi Ummat

Senin, 29 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Gubri Serahkan 25.409 Paket Beras Sejahtera di Rohil

Kamis, 25 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

RSUD Ahmad Thabib Kepri Gandeng Bank Riau Kepri

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+