Senin, 04 Mei 2026 - 12:25:06 WIB

Rehabilitasi Ditanggung Negara, BNN Dumai: 80 Klien di Bengkalis Jalani Asesmen Terpadu

AKBP Sasli Rais

BENGKALIS – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai, AKBP Sasli Rais, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) di wilayah Polres Bengkalis dan jajaran terus berjalan sebagai upaya penanganan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan rehabilitasi.

"Benar, ada terdapat 80 klien yang telah menjalani asesmen TAT dengan berbagai rekomendasi, mulai dari rawat jalan (rajal), rawat inap (ranap), hingga proses lanjutan," ungkap AKBP Sasli Rais, saat dikonfirmasi media ini Senin 4 Mei 2026.

Rinciannya, di Polres Bengkalis terdapat 19 klien rajal, 4 klien ranap, dan 2 klien proses lanjut. Di Polsek Mandau, tercatat 14 klien rajal dan 3 klien proses lanjut.

Sementara itu, dijelaskannya, Polsek Pinggir mencatat 10 klien rajal, 15 klien ranap, serta 2 klien proses lanjut. Polsek Rupat terdapat 2 klien rajal dan 3 klien ranap.

Di Polsek Bukit Batu, terdapat 3 klien ranap dan 1 klien proses lanjut, sedangkan Polsek Siak Kecil mencatat 2 klien ranap.

AKBP Sasli Rais menegaskan bahwa seluruh pengeluaran untuk rehabilitasi klien yang dihasilkan dari asesmen TAT di fasilitas pemerintah akan sepenuhnya ditanggung oleh negara.

“Pelaksanaan rehabilitasi yang didasarkan pada hasil TAT di tempat milik BNN tidak akan dipungut biaya atau bersifat gratis,” katanya.

Namun, ia mengklarifikasi bahwa biaya untuk mengantar klien ke balai atau tempat rehabilitasi menjadi tanggung jawab penyidik masing-masing. Sementara itu, bagi pasien yang melakukan rehabilitasi secara mandiri, biaya pengantaran harus ditanggung oleh keluarga mereka.

Ia juga menyebutkan beberapa tempat rehabilitasi yang direkomendasikan, seperti RSJ Tampan Pekanbaru, Loka Rehabilitasi BNN Batam, Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang, serta Balai Besar Rehabilitasi BNN yang berada di Lido, Bogor.

Untuk catatan rehabilitasi mandiri, pada tahun 2025 terdapat 2 individu dari Bengkalis yang menjalani rehabilitasi mandiri. Sementara pada tahun 2026 hingga saat ini, hanya 1 orang yang melakukan rehabilitasi mandiri tanpa melalui jalur TAT.

Ia mengharapkan bahwa melalui pendekatan rehabilitasi ini, para pengguna narkoba dapat sembuh dan kembali ke masyarakat, sekaligus mengurangi angka peredaran narkoba secara ilegal di Bengkalis dan area sekitarnya.(‎AP)

Berita terkini

Polisi dan TNI Berjaga di Halaman Masjid Istiqlal

Jumat, 03 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Operasi Simpatik, Polisi Tak Boleh Pungli dan Arogan

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ajukan PK, OC Kaligis Sodorkan 27 Novum

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Korban Banjir Mojokerto Kesulitan Makanan

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bus Bawa Rombongan Guru Terjun ke Jurang, Enam Orang Tewas

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bendung Katulampa Kembali Siaga III, ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Kisah Pengungkapan Kasus Sabu dalam Kacang Kulit

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Diamuk Si Jago Merah, Rumah Nahar Rata Dengan Tanah

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sore ini, 19 Pekerja China Ilegal Dideportasi dari Pekanbaru

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Sebut Bangsa Indonesia Masih Bersatu

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kawannya Diburu, Polres Rohul Tangkap Seorang Tersangka Narkoba

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+