Jumat, 17 Oktober 2025 - 20:15:30 WIB

Ultimatum Bupati Bengkalis, PMII : Copot Kadishub 2x24 Jam, Persoalan Roro dan Temuan BPK Tuai Sorotan

BENGKALIS (Riaupunya.com) — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkalis mengultimatum Bupati Bengkalis untuk segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis. Desakan ini muncul buntut dari berbagai persoalan yang dianggap tak kunjung diselesaikan, terutama terkait pelayanan penyeberangan kapal Roll on Roll off (RoRo) dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas pengelolaan retribusi Dishub Bengkalis.

Aksi unjuk rasa digelar pada Jumat 17 Oktober 2025, di Kantor Dinas Perhubungan Bengkalis. Massa PMII bersama sejumlah sopir truk menilai Kadishub gagal menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik. Dalam aksinya, massa bahkan menyegel pintu masuk kantor dan memberikan “hadiah” berupa rok wanita kepada Kadishub sebagai bentuk sindiran keras terhadap kepemimpinannya yang dinilai lemah.

“Kami memberikan ultimatum 2x24 jam kepada Bupati Bengkalis untuk mencopot Kadishub dari jabatannya. Jika tidak, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar. Persoalan Dishub sudah terlalu lama dibiarkan tanpa solusi,” tegas Koordinator Lapangan dalam orasinya.

Mahasiswa juga menyoroti temuan BPK RI yang mengungkap adanya kejanggalan dalam pengelolaan retribusi pelabuhan di bawah naungan Dishub Bengkalis. Menurut mereka, hasil pemeriksaan tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan di instansi tersebut tidak transparan dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.

Selain soal retribusi, pelayanan RoRo yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Pulau Bengkalis juga terus dikeluhkan. Antrean panjang kendaraan hingga bermalam di pelabuhan menjadi pemandangan biasa akibat minimnya armada dan lemahnya manajemen operasional.

“Persoalan RoRo tidak selesai, belum lagi temuan BPK soal retribusi, bahkan koordinasi Dishub dengan Pemkab sangat lemah. Kalau semua ini dibiarkan, publik berhak menilai bahwa Bupati Bengkalis lebih melindungi pejabat gagal,” tegas Mizan, salah satu orator aksi.

PMII menegaskan, aksi ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik serta memastikan pemerintah daerah bertanggung jawab atas pelayanan dasar bagi masyarakat. Mereka berharap ultimatum ini menjadi perhatian serius bagi Bupati agar segera mengambil langkah tegas sebelum kepercayaan publik semakin luntur. (AP)

Berita terkini

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Desa Kedor Ruapt utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Layani Warga Dengan Baik

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Roby Cahyadi Pimpin KNPI Inhil

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+