Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

RiauPunya.com -- Salah satu contoh dari ketidakpedulian perokok ditunjukkan dengan tetap mengisap tembakaunya di dalam ruangan. Hal ini memicu apa yang disebut dengan 'third-hand smoke'.

Mengutip detik.com, Senin 6 Februari 2017. Third-hand smoke merupakan kondisi di mana residu asap rokok menempel di furnitur, tembok maupun benda lain yang ada di dalam rumah. Biasanya juga ditandai dengan munculnya noda berwarna kekuningan dan bau khas rokok di permukaan benda-benda tersebut.

Namun yang tidak dipahami banyak orang adalah residu ini dapat mengganggu pertumbuhan bayi yang baru lahir. Temuan ini dipastikan peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory dengan melakukan ujicoba pada sekelompok anakan tikus yang baru lahir.

Mereka sengaja dibiarkan tumbuh di dalam kandang yang telah terkontaminasi kain katun yang telah dipapari residu asap rokok selama tiga minggu.

Beberapa waktu berselang, terlihat tikus-tikus tersebut memiliki berat badan yang lebih rendah ketimbang tikus-tikus sebaya yang dibesarkan di lingkungan bebas kontaminasi.

Peneliti menyimpulkan, paparan 'third-hand smoke' mengakibatkan perubahan yang signifikan pada jumlah sel darah yang berkaitan dengan sistem imun atau kekebalan si tikus.

Terbukti jumlah platelet tikus yang terpapar residu asap rokok lebih tinggi dari normal dan juga muncul sel-sel darah putih tertentu di tubuh mereka, khususnya yang berkaitan dengan peradangan dan reaksi alergi.

Meski demikian, peneliti menemukan bahwa efek tersebut bersifat sementara. Hanya dalam kurun tiga minggu setelah meninggalkan lingkungan yang tercemar, tikus-tikus itu mulai menggemuk dan bisa selincah tikus lainnya.

"Kami menduga bayi dan anak-anak adalah yang paling rentan karena sistem imun mereka yang masih belum matang," ungkap ketua tim peneliti Bo Hang seperti dikutip dari situs resmi Lawrence Berkeley National Laboratory, newscenter.lbl.gov.

Apalagi bayi punya kebiasaan merangkak dan meletakkan berbagai benda ke dalam mulutnya, padahal ada kemungkinan benda-benda yang ada di dalam rumah telah 'ditempeli' residu asap rokok.

Ironisnya, sel-sel darah putih ini dapat ditemukan hingga 14 pekan setelah percobaannya selesai. "Residu asap rokok seperti ini adalah faktor risiko yang kurang diperhatikan bagi kesehatan, padahal sama berbahayanya. Hanya saja diperlukan studi yang lebih besar, utamanya pada manusia untuk memastikan adanya kebijakan untuk mengurangi paparan risiko ini," tegas salah satu Dr Antoine Snijders.

dr Thaksaphon Thamarangsa dari Department of Non-communicable Diseases and Environment WHO SEARO beberapa waktu lalu pernah menjelaskan, meski sudah merokok di luar ruangan atau jauh dari rumah, perokok masih bisa membawa residunya masuk ke dalam rumah karena sisa asap rokok masih bisa menempel di pakaian.

"Tapi tetap saja ya bukan berarti 100 persen aman. Akan lebih baik lagi jika berhenti merokok memang. Paparan asap rokok bisa mengenai kulit kita juga lho," ucapnya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Soal thirdhand smoker, menurut dr Thamarangsa sama saja dengan petani tembakau yang berisiko terpapar langsung zat-zat pada tembakau. Untuk itu, ketika memetik atau menjemur tembakau, mereka harus menggunakan sarung tangan dan masker.

"Mereka bisa menghirup langsung atau melakukan kontak dengan kulit dan reaksinya di antaranya gatal-gatal dan iritasi," lanjutnya.***

Berita terkini

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istana Tegaskan tak Pernah ada Perintah Untuk Sadap SBY

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Desember 2016, Ekspor Riau Naik 9,21 persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

2021, Meranti Targetkan Swasembada Beras

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Minggu Ke Empat, Kasus DBD Naik 39 Kasus

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Januari 2017, Riau Inflasi 1,46 Persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Maret, Jalan Tol Pekanbaru Mulai Digesa

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BPJS Kesehatan Pekanbaru Luncurkan Fitur Mobile Skrining

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Potensi Pemasukan PAD, Rohil Serius Kembangkan Pulau Jemur

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Puluhan Reklame Ilegal Berhasil Ditertibkan Bapenda

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Gepeng dan Anak Punk Masih Menjadi PR Pemko Pekanbaru

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemkab Bengkalis Tidak Bisa Cabut Izin PT RRL, Ini Alasanya

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Rakernas APPSI, Gubri Jadi Korwil Sumatera

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Perusahaan Tidak Bayar Upah, Siap-Siap Diberikan Sangsi

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Pekanbaru Dapatkan Formula Penghematan PJU

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+