Penanganan Karhutla, Bupati Alfedri Teken MoU dengan 28 Perusahaan
Siak, Riaupunya.com -- Pemerintah Kabupaten Siak minta kepada perusahaan terhadap kerjasamanya, salah satunya terkait dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Dalam penanganan nya tidak hanya di wilayah operasional saja, tapi juga di lingkungannya dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan patroli rutin yang melibatkan manggala agni, danramil, polsek dan Satpol PP kecamatan setempat," harap Bupati Siak Drs H Alfedri MSi pada kegiatan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dengan agenda Penandatanganan MoU Bupati Siak bersama Pimpinan 28 Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Siak Kamis 16 Februari 2023, di ruang Rapat Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak.
Rapat koordinasi tersebut di pimpin langsung Bupati Alfedri, di ikuti Sekretaris Daerah kabupaten Siak, para Asisten, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, para camat di lingkungan Pemerintah kabupaten Siak.
Alfedri pada pertemuan tersebut menyampaikan bahwa rapat ini digelar tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat provinsi Riau yang di ikutinya, dan Rakornas yang di pimpin Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Sentul.
Dan kemudian menindaklanjuti rakor bersama pak Gubri yang diperoleh sejumlah isu penting di bahas dalam rakor tersebut di antaranya penangganan Karhutla, kedua penangganan banjir, penurunan angka stunting dan menekan angka inflasi di daerah.
"Selain dari itu ada empat poin yang menjadi isu penting, pertama masalah Karhutla, Stunting dan tekan angka inflasi di daerah, termasuk juga di kabupaten Siak ini, penangganan banjir dan kemiskinan ekstrim," jelas Alfedri.
Berdasarkan perkiraan BMKG Riau puncak musim panas di wilayah Riau, di mulai pertengahan bulan februari sampai akhir maret kemudian musim hujan sedang masuk bulan mei sampai akhir juni musim panas.
"Inilah yang harus di antisipasi sesuai arahan Gubernur kita diminta deteksi dini karhutla dengan melibatkan babinsa, Babinkantibmas dan tokoh masyarakat tokoh agama dengan solusi permanen, Selanjutnya melakukan patroli darat dan udara serta memanfaatkan Teknologi jangan tunggu api membesar baru ada action,”tegasnya.
Sedangkan terhadap penangganan Karhutla di kabupaten Siak sendiri ada kelompok masyarakat peduli Api (MPA) tersebar di di 67 kampung yang rawan Karhutla di lima kecamatan.
”Dari MoU tadi ada beberapa poin kami minta kerjasamanya, salah satu yang menjadi perhatian perusahan Karhutla, tidak hanya menanggani di wilayah operasional saja namun diminta lebih luas, dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan patroli rutin dengan melibatkan manggala agni, danramil, polsek dan Satpol PP kecamatan,” imbuh Bupati Alfedri.(jas)







































