Selasa, 02 Februari 2021 - 06:08:20 WIB

Menkes Budi Sebut Jokowi Ingin Terapkan PPKM Lebih Mikro

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin

RIAUPUNYA--- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diubah menjadi lebih mikro atau dipersempit cakupannya agar efektif menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Pak presiden sudah paham sekali bahwa setiap kali ada libur itu naik tinggi. Nah, sekarang responnya gimana? Beliau berkeinginan menyampaikan ke saya agar (PPKM) bisa lebih mikro sifatnya. Jadi lebih detail, lebih rinci, dilihat penyebabnya di mana, itu yang dikunci," kata Budi di Kompleks DPR, Senin (1/2/2021).

Budi menjelaskan konsep mikro yang dimaksud Jokowi adalah pembatasan mobilitas di daerah episentrum alias pusat penyebaran virus corona. Menurutnya, PPKM mikro tidak akan melakukan pembatasan mobilitas di seluruh wilayah atau satu kota, melainkan titik-titik daerah di dalamnya.

Namun, kata Budi, apabila ada daerah yang berada di dekat titik episentrum daerah atau titik penyebaran, daerah tetangga itu bisa juga dilakukan pembatasan mobilitas yang serupa.

"[PPKM Mikro] bukan misalnya satu provinsi, atau satu kota, nanti itu kan ada beberapa daerah yang sebenarnya bukan klaster atau hotspot, terpaksa kita kunci juga. Karena mungkin penyebabnya di dua atau tiga klaster," ujarnya.


Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan Kemenkes tahun ini juga akan mengajukan tambahan anggaran untuk memperkuat upaya surveillance dengan cara menambah kapasitas testing, tracing, dan treatment (3T).

"Karena untuk bisa melakukan yang diarahkan bapak presiden, kita membutuhkan testing yang lebih rapat, dan tracing yang lebih teliti dan lebih cepat," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan strategi menekan kasus Covid-19 di tanah air dengan PPKM tidak berjalan optimal dan efektif.

"Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM, tanggal 11-25 Januari. Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif," kata Jokowi.


Jokowi menilai letak ketidakefektifan PPKM tergambar dari mobilitas warga yang masih tinggi di beberapa provinsi. Hal itu terbukti dengan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa provinsi di Pulau Jawa dalam masa pemberlakuan PPKM.

Kebijakan PPKM di beberapa wilayah Jawa-Bali telah berlaku sejak 11-25 Januari lalu. Kemudian kebijakan tersebut diperpanjang hingga 8 Februari mendatang. Sejauh ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.089.308 orang.

Berita terkini

25 Pejabat Bengkalis Ikuti Seleksi Evaluasi Manajerial

Kamis, 20 April 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Kata Masperi Soal Target Pajak Tiga Triliun

Senin, 17 April 2017 - 00:00:00 WIB

Perda di Pekanbaru Banyak yang Jalan Ditempat

Selasa, 11 April 2017 - 00:00:00 WIB

Pimpin Apel Pagi, Ini Pesan Sekda Kepada ASN Riau

Selasa, 11 April 2017 - 00:00:00 WIB

Peran Bidan Dalam Mensukseskan Program KB Sangat Vital

Selasa, 11 April 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Kunker ke Inhu, ini yang Dilakukannya

Senin, 10 April 2017 - 00:00:00 WIB

Seluruh Kepala OPD Dikumpulkan Gubri, Ada Apa?

Minggu, 09 April 2017 - 00:00:00 WIB

Imam Istiqlal Datang ke Istana, Isu Reshuffle Muncul

Jumat, 07 April 2017 - 00:00:00 WIB

Pemkab Rohil Tahun ini Fokus Bayar Hutang

Selasa, 28 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dewan Sebut Dishub Pekanbaru Lemah, ini Alasannya

Selasa, 28 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+