Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:14:02 WIB

Polisi Klaim Anak Kecil Tertembak Dijadikan Tameng KKB Papua 

RIAUPUNYA--Polda Papua mengklaim kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kini mempersenjatai anak di bawah umur dan dijadikan sebagai tameng hidup saat berkontak tembak dengan aparat TNI/Polri.

Pernyataan itu terkait insiden seorang anak berusia enam tahun bernama Meinus yang terkena peluru tajam saat terjadi insiden baku tembak antara aparat dengan KKB di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Senin (26/10/2020) kemarin pagi.

"Kelompok pemberontak akan mengkader anak di bawah umur dan dipersenjatai untuk dibodohi menjadi tameng hidup saat terjadi penindakan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan resmi, Selasa (27/10).

"Untuk anak kecil atas nama Meinus (6) yang terkena rekoset (pantulan peluru) telah dievakuasi dan tiba di Kabupaten Mimika pada pukul 11.24 WIT," tambah dia.


Kamal membantah bahwa anak yang tertembak itu merupakan seorang katekis, sebagaimana dinarasikan oleh KKB usai insiden penembakan itu terjadi. Menurutnya, informasi terkait identitas anak tersebut telah terkonfirmasi oleh pihak keluarga.

"Diksi katekisan digunakan oleh KKB untuk menggiring opini berbasis agama," ujar Kamal.

Dalam hal ini, keterangan yang diklaim oleh polisi menyatakan bahwa keluarga telah mengakui bahwa anak-anak itu dengan sukarela bergabung dengan KKB. Meinus sendiri saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika.

"Saat ini korban sedang dirawat dan diusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya sehingga dapat diambil kesaksian utuh atas kekejian kelompok KKB Sabinus Waker," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam insiden baku tembak dengan KKB pimpinan Sabius Waker kemarin, setidaknya tim gabungan telah menembak mati seorang anggota KKB, Rubinus Tigau dan menangkap anggota lainnya, Hermanus Tigapau.

Mereka berdua disebutkan bertanggungjawab atas serangkaian insiden penembakan yang terjadi di wilayah Intan Jaya beberapa waktu terakhir.

Bahkan, mereka turut melakukan insiden penembakan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menkopolhukam Mahfud MD yang sedang melakukan investigasi pada 9 Oktober lalu. Saat penembakan, seorang anggota TGPF, Bambang Purwoko dan 2 prajurit TNI terkena luka tembak.

Kamal menuturkan bahwa kelompok ini merupakan bagian dari pelaku penembakan yang seringkali membuat teror di wilayah PT Freeport. Mereka juga kerap melakukan perampokan dan penembakan di perlintasan jalur Freeport.

"Tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melakukan perlawanan dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang. Satu orang Kelompok KKB yang meninggal Dunia dan satu orang yang diamankan tersebut," kata Kamal.

Dalam catatannya, setidaknya ada 26 penembakan yang dilakukan oleh KKB pimpinan Sabinus Waker selama 2020 belakangan ini. Beberapa diantaranya termasuk penembakan terhadap Agustinus Duwitau, Serka Sahlan, tukang ojek La Ode Janudin dan insiden penembakan di depan Kantor Bupati Intan Jaya.

Dari kelompok itu, Polres Mimika sudah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk 21 orang pelaku penembakan.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

35 Unit Toko Modern di Bengkalis Tak Berizin

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Desa Kedor Ruapt utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Layani Warga Dengan Baik

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Roby Cahyadi Pimpin KNPI Inhil

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+