Rabu, 10 Juni 2020 - 06:30:25 WIB

Gaji Tak Dibayar dan Tak Bisa Pulang, Ratusan Pekerja Terkatung Katung

Riaupunya.com -- Seratusan pekerja perusahaan jasa pembersihan atau pembukaan lahan di daerah Kutai Barat, Kalimatan Timur terkatung-katung tanpa diberi gaji. Sebagian pekerja yang merupakan warga Riau berharap gaji mereka dibayarkan dan bisa pulang.

"Kita bekerja disini sejak bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020. Kita tidak pernah terima gaji, hanya dikasih pinjaman Rp3 juta untuk kirim ke kampung perbulan. Namun sejak awal tahun 2020, pinjaman mulai seret. Kami tidak bisa kirim kampung lagi. Jika ditotalkan perorangnya belasan juta gaji kami yang belum dibayar," kata MS pekerja perusahaan PT Sungai Musi Persada/Sayap Mas Abadi Selasa 9 Juni 2020.

Dia yang merupakan warga Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, berharap agar dirinya dan temannya bisa pulang ke kampung halaman. Karena sejak tidak dibayar, mereka juga diberhentikan sejak bulan Maret 2020. Karena tidak ada kejelasan, mereka mendatangi perusahaan yang berada di Samarinda.

Namun sampai sekarang, mereka belum menerimana gaji. Sementara mereka sudah tidak punya uang lagi karena tidak ada pemasukan. Selama di Samarinda, mereka tetap diberi fasilitas mes dan makan.

"Karena tidak ada uang, saya malah minta kiriman ke kampung. Padahal tau sendiri, di kampung saja hidup kami pas pasan. Disini banyak pekerja yang senasib dengan saya. Dari kampung kami saja ada lima orang, warga Riau lainnya juga ada. Selain itu pekerja disini juga dari berbagai daerah tidak hanya Riau saja. Kami ingin pulang. Kalau di kampungkan bisa kerja serabutan. Masalah gaji biarlah dulu. Karena di rantau ini kami tidak bisa berbuat banyak," keluh ayah dua anak ini.

Hal senada juga diungkapkan Mul, dia mengatakan bahwa sudah empat bulan gajinya tidak dibayar perusahaan. "Kita sudah beberapa kali menagih, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Empat bulan saya tidak terima bayaran. Disini pekerja ratusan orang dari berbagai daerah," imbuh pria asal Medan, Sumatera Utara.

Mereka bekerja sebagai operator alat berat, menebang kayu, supir truk pembawa kayu log dan lainnya. Sementara itu Vivi Angraini salah satu istri dari pekerja mengaku sangat kewalahan karena suaminya tidak kirim uang lagi.

"Kita kewalahan harus memenuhi kebutuhan hidup. Kita minta perusahaan pulangkan suami saya. Mertua saya juga ikut disana dan tidak ada kejelasan. Janjinya bulan Maret mereka dipulangkan oleh perusahaan, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan. Suami dan mertua saya terlantar disana," ucap Vivi istri dari MS warga Kampar, Riau.

Sementara itu juru bicara dari perusahaan PT Sungai Musi Persada/Sayap Mas Abadi Ferry mengakui kalau perusahaan belum membayarkan gaji dan tidak memulangkan mereka.

"Kalau masalah gaji, bukan tidak dibayar, tapi belum dibayar sepenuhnya. Ini karena kondisi keuangan perusahaan. Tapi kita akan usahakan secepatnya membayar gaji mereka. Kalau masalah kepulangan mereka sampai sekarang belum ada maskapai, yang ada setahu saya Garuda aja hari ini. Kita akan kita pulangkan merekalah," ucap Ferry melalui sambungan telponnya.(nda)

Berita terkini

Puan Maharani : Kakek Saya Juga dari Sumatera Barat

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Kekurangan Bidan, Pertolongan Ibu Hamil tak Maksimal

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Waw.. Google Suntik Dana untuk Go-Jek USD 1,2 Miliar

Senin, 29 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Dailami Firdaus: Kembalikan Kedaulatan Ekonomi Ummat

Senin, 29 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Gubri Serahkan 25.409 Paket Beras Sejahtera di Rohil

Kamis, 25 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

RSUD Ahmad Thabib Kepri Gandeng Bank Riau Kepri

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Kementerian LHK Masih Lakukan Evaluasi Terhadap RTRW Riau

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir Rohul Akan Diperpanjang

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Harga Sawit Naik Tipis Pekan ini

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial