Banjir Jeneponto, Siswi dan Guru SMAN 1 Terjebak sampai Malam
Riaupunya.com -- Ratusan rumah di Jeneponto Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir bandang, bahkan ada rumah yang hanyut, Selasa 22 Januari 2019.
Salah satu wilayah terdampak Banjir Jeneponto yakni Dusun Pokobulo, Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba. Banjir menyebabkan akses ke Desa Bangkalaloe terputus.
Selain Dusun Pokobulo, banjir Bandang juga melanda Dusun Sapanang, Dusun Gandi dan Dusun Sapiri, Desa Sapanang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.
Daerah lainnya yang terdampak banjir bandang adalah Keluaran Balang serta Jalan Poros Belokallong dan Jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Banjir bandang menyebabkan SMAN 1 Jeneponto terendam air hingga nyaris setinggi atap. Akibatnya, siswa dan guru terjebak di lantai 2 sekolah. Akibatnya mereka kelaparan karena seharian tidak dapat makan dan minum.
Kondisi lantai 2 sekolah yang gelap gulita, mengharuskan mereka menggunakan lampu HP untuk membantu penerangan.
Bahkan beberapa pelajar perempuan yang kebelet buang air kecil diarahkan oleh gurunya untuk pipis di tangga sekolah.
“Kencing moko di tangga (pipis di tangga saja). Mana Pak Jumardi, soting dulu sana e,” ucap seorang guru wanita dalam viedo yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, Rabu 23 Janauri 2019.
Banjir di SMAN 1 Jeneponto terjadi akibat hujan deras mengguyur sejak pagi. Kondisi itu diperparah dengan meluapnya salah satu sungai di Jeneponto.
Hingga malam hari, banjir tak juga surut. Akibatnya, siswa dan guru SMAN 1 Jeneponto terjebak. Mereka pun memilih tetap berada di lantai 2 sekolah agar tetap selamat dari amukan banjir.
“Banjir di Kab Jeneponto, sekolahnya terendam, sejumlah siswi dan guru terjebak di atas genteng karena banjir yang sudah hampir setinggi atap,” tulis akun @makassar_iinfo.
Sumber: pojoksatu.id










































