Kamis, 04 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Polisi Tangkap Delapan Penyebar Hoax Gempa

Riaupunya.com - Diduga menyebarkan berita bohong atau hoax terkait bencana alam, gempa bumi dan tsunami, Polisi telah mengamankan Delapan orang.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Rachmad Wibowo menyebut kalau polisi telah mengidentifikasi 14 akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita bohong.

"Mengecek berita yang berlebihan atau berita yang tidak lengkap tentang bencana di Sulawesi Tengah dan di NTB, sehingga dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," kata Rachmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Oktober 2018.

Rachmad menjelaskan, delapan tersangka yang telah ditangkap tersebut adalah, pertama Epi Wariani, ditangkap di Lotim, NTB. Ia mengunggah tulisan pada tanggal 28 September 2018 yang menyatakan kewaspadaan di NTB khususnya pulau Sumbawa.

Kedua atas nama Joni Afriadi, ditangkap di Batam, Dia mengunggah gambar hoax mengenai mayat yang meminta gempa. Yang ketiga atas nama Uril Unik Febrian, ditangkap di Sidoarjo karena mengunggah tulisan yang menyatakan kemungkinan gempa di Pulau Jawa khususnya Jakarta.

"Berikutnya yang keempat atas nama Bobby Kirojan, ditangkap di Manado karena mengunggah tulisan kemungkinan gempa di Pulau Jawa pada tanggal 24 Agustus 2018,"urainya.

Selanjutnya tersangka atas nama Ade Irma Suryani Nur, ditangkap di Jeneponto karena telah mengunggah tulisan tentang Bendungan Bili-bili yang retak karena gempa. Selanjutnya tersangka atas nama Dhany Ramdhany ditangkap di Cipinang Jawa Timur.

"Dia juga memposting seolah-olah sangat mungkin terjadi Gempa di Pulau Jawa khususnya Jakarta," ujarnya.

Tersangka ketujuh atas nama Martha Margaretha yang ditangkap di Surabaya. Ia mengunggah tulisan berisikan kemungkinan gempa di Pulau Jawa dan Jakarta.

"Ia telah memposting konten berita hoaks berisi berita gempa MEGATRUST pulau Jawa dan sangat mungkin terjadi di Jakarta diperkirakan berkekuatan 8,9 SR," kata dia.

Terakhir, polisi menangkap Malini di Pekanbaru. Ia juga mengunggah tulisan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa bakal ada gempa di Jakarta dan sekitarnya dengan kekuatan 8,6 SR.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku tak ragu menindak tegas penyebar hoaks terkait gempa serta tsunami di Palu dan Donggala.

"Jangan sampai muncul hoax, berita tidak benar yang meresahkan masyarakat, tidak enak, dan tidak elok," ujar Wiranto di Kantor Presiden, Selasa 2 Oktober 2018, usai mengikuti rapat terbatas menangani dampak gempa dan tsunami Palu-Donggala bersama Presiden Joko Widodo. ***

Berita terkini

Rumah Dibobol Maling, Warga Sungai Akar Rugi Puluhan Juta

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Kecewa Sistem Drainase di Kota Pekanbaru Masih Buruk

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Gadis Selatpanjang Dilaporkan Hilang

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Mahfud MD dan Imam Prasodjo Sambangi KPK

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB
Pulang Dari Malaysia

Warga Teluk Pinang Inhil Diamankan Polisi

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Dalam Sehari, Dua Warga Inhu Mati Gantung Diri

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

OTT Pungli Disdukcapil, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Ditahan KPK, Patrialis Akbar: Demi Allah, Saya Dizalimi

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Polres Bengkalis Amankan 1.920 Slop Rokok Palsu

Kamis, 26 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Ditabrak Tangki Pertamina, Warga Bayas Alami Luka Berat

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+