Kamis, 24 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Hidupkan Koopssusgab, Permudah Pekerjaan polisi

Riaupunya.com -- Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mendukung TNI dilibatkan untuk membantu Polri dalam memerangi teroris di Indonesia mengingat teroris bukan lagi kejahatan biasa. Pemerintah telah memutuskan terorisme masuk kategori kejahatan luar biasa yang membutuhkan penanganan luar biasa pula.

“TNI bisa dilibatkan sepanjang ada permintaan dari Polri, dan lebih penting lagi ada keputusan politik dari pemerintah. Lewat payung hukum itu, dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah terorisme di Indonesia hingga ke akar-akarnya, “ kata Nono Sampono pada diskusi dialog kebangsaan dengan tema ‘Pengaruh Terorisme terhadap Keamanan Pertahanan Nasional’ di media center DPR, Jakarta Rabu 23 Mei 2018. Hadir pula pengamat teroris Khaerul Fahmi.

Purnawirawan Letjen TNI Marinir menambahkan TNI telah terlatih dalam segala medan dan situasi apapun dan pelibatan TNI harus jelas ditegaskan dalam revisi RUU Terorisme. Dia tak keberatan apabila dihidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam penanggulangan teroris.

“Koopssusgab adalah barang lama dan jika dilibatkan akan mempermudah pekerjaan polisi, “ ujar Komandan Paspampres (2001-2003) dan Komandan Denjaka (1988-1993) itu.

Menurut Nono, tanpa adanya payung hukum, maka aparat tidak dapat melakukan tindakan terhadap ancaman teroris. Karenanya, dalam RUU Terorisme harus ada ada legitimasi aparat menindak pelaku percobaan teror meskipun aksi belum dilakukan. “Harus diatur upaya pencegahan, penanggulangan, dan rehabilitasi, “ kata Nono yang pernah menjadi Ajudan Pangab Jenderal TNI LB Moerdani.

“Kita sudah tahu orang ini pulang dari Suriah dari ISIS. Te tapi tidak bisa diapa-apakan karena belum ada pelanggaran hukum. Sebelum alat-alat negara ini bekerja melakukan tugasnya, payung hukumnya harus ada,” kata Senator dari Provinsi Maluku ini.

Nono menambahkan teroris ini, kalau diungkap intelijen dan kepolisian, basisnya adalah ideologi. “Yang paling berbahaya basis ideologi itu tidak menggunakan atau mengatasnamakan agama tertentu. Tapi yang terungkap seolah mengatasnamakan agama,” katanya.

Sebagai mantan anggota TNI, yang bertugas di kesatuan Marinir dan memiliki pengalaman di lapangan, Nono mengaku paham betul bagaimana TNI menangani teroris yang basis perjuangannya adalah ideologi dan seolah-olah mengatasnamakan agama.

Nono pun mengingatkan dari pengalamannya selama enam tahun sebagai komandan pasukan elite, Detasemen Jalamangka (Denjaka), dalam menangani teroris tidak langsung mengambil tindakan dan asal sikat (refresif).

“Kita bekerja dengan data, termasuk menurunkan intelijen sebelum dilaksanakan operasi. Jadi tidak semata-mata refresif. Jadi kalau pun TNI dilibatkan membantu polisi tentunya harus memenuhi syarat dan patuh kepada UU, termasuk UU Anti Teroris,” kata mantan Kepala Basarnas itu.

Nono Sampono berharap pemerintah dan DPR dapat segera mengesahkan RUU Terorisme sebagai payung hukum dalam penanganan ancaman terorisme di Indonesia. Apalagi saat ini terorisme di Indonesia berkembang menjadi bahaya laten dan telah melibatkan keluarga, terutama anak-anak.

“RUU Terorisme diharapkan mampu dapat menanggulangi masalah terorisme sejak dini, dan dapat mencegah teror bom terjadi, " kata kata pria kelahiran Bangkalan, Madura, 1 Maret 1953 itu.

Pengamat terorisme, Khaerul Fahmi, berpendapat bahwa saat ini harus diambil perlakuan yang berbeda dalam penanganan terorisme. Karena saat ini terdapat peningkatan kualitas di jaringan-jaringan teroris. “Kejahatan teroris di Indonesia sudah berevolusi, mulai dari pelaku bom bunuh diri yang merupakan laki-laki, sekarang sudah menggunakan anak-anak," katanya. (bbg)

Berita terkini

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istana Tegaskan tak Pernah ada Perintah Untuk Sadap SBY

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Desember 2016, Ekspor Riau Naik 9,21 persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

2021, Meranti Targetkan Swasembada Beras

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Minggu Ke Empat, Kasus DBD Naik 39 Kasus

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Januari 2017, Riau Inflasi 1,46 Persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Maret, Jalan Tol Pekanbaru Mulai Digesa

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BPJS Kesehatan Pekanbaru Luncurkan Fitur Mobile Skrining

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Potensi Pemasukan PAD, Rohil Serius Kembangkan Pulau Jemur

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Puluhan Reklame Ilegal Berhasil Ditertibkan Bapenda

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+