Rabu, 15 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Legislator ini Minta KPK Konfrontir Anggota DPR yang Terkait dengan e-KTP

Budiman Sudjatmiko

Riaupunya.com -- Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko mengusulkan agar KPK mengkonfrontasi pihak yang namanya disebut dalam dakwaan kasus megakorupsi e-KTP. Dia sendiri mengaku bersedia untuk dipanggil KPK untuk dimintai keterangan.

Hal tersebut lantaran Budiman juga merupakan anggota Komisi II pada periode 2009-2014 saat proyek e-KTP dibahas di DPR. Namanya tidak masuk pada daftar anggota dewan yang dalam surat dakwaan disebut menerima aliran dana dari proyek triliunan rupiah tersebut.

"Saya bersedia dipanggil, bahkan dikonfrontir oleh KPK. Bersama anggota Komisi II lainnya pada periode itu, juga dengan pihak-pihak yang mengaku memberikan uang," ujar Budiman dalam perbincangan dengan wartawan di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 14 Maret 2017 malam.

Langkah ini menurutnya perlu diambil agar semua kasus menjadi jelas. Budiman mengakui ikut selama pembahasan e-KTP saat itu namun tidak terlalu mengikuti soal urusan anggaran sebab hal tersebut dibahas di Banggar DPR.

"Secara konsep saya menyetujui sejak awal, gagasannya cukup bagus. Tapi memang pada saat itu ada banyak juga anggota Komisi II yang mengkritisi," ujarnya.

Menyusul kasus ini, Budiman pun mengusulkan agar di setiap komisi dan alat kelengkapan dewan disisipi oleh pihak dari KPK. Dengan demikian, pengawasan terhadap pembahasan di DPR bisa lebih maksimal lagi.

"Di setiap Komisi, Banggar, di Kesekjenan. Jadi ada yang melekat, bukan hanya sekadar mengawasi, tapi ikut pada setiap rapat-rapat, mereka ada satu yang ikut, termasuk yang internal. Bukan untuk memangkas hak politik," ucap Budiman.

"Harus ada good will penguatan KPK. KPK harus turun. Tugas KPK bukan membatalkan tetapi untuk menjaga rasionalitas anggaran. Seharusnya peluklah KPK," lanjut politikus PDIP itu.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, ada puluhan anggota DPR yang disebut mendapat fee dari proyek e-KTP. Sebanyak 14 nama datang dari anggota Komisi II, kemudian 37 orang lainnya masih belum disebutkan namanya. Untuk 37 orang ini, sebagian menerima fee 13 ribu USD hingga 18 ribu USD dengan total 556 ribu USD.

"Yang 37 orang itu juga panggil dengan stafnya. Konfrontasi dengan yang mengklaim membagikan. Bisa saja kan mereka memberikan lewat staf, atau istrinya, panggil saja juga keluarganya," tutur Budiman.

Mengenai isu bagi-bagi di ruang rapat kepada anggota Komisi II, ia mengaku tidak mengetahuinya. Budiman mengaku memiliki notulen setiap rapat sehingga bisa dijadikan data apabila ada upaya konfrontasi.

"Saya tidak pernah tahu. Selama saya ikut rapat nggak ada. Kalau yang lainnya nggak tahu,"tegas dia.


Sumber: Detik.com

Berita terkini

Disperindag Sebut Peminat Daging Sapi di Pekanbaru Masih Tinggi

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemko Pekanbaru Targetkan Tanam 15 Hektare Cabai Keriting

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gara-gara hal ini, Anggota DPRD Dumai Gaduh

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan JK

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau Ajak Masyarakat Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siak Optimis Raih Adipura tahun ini

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus DBD di Pekanbaru tak Terkendali, Ini Saran DPRD

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemuda Muhammadiyah Dorong Fatwa Haram untuk Pekerja Buzzer

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua MPR Sarankan Korban Berita Hoax Melapor

Minggu, 19 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+