Senin, 21 September 2026 - 05:50:07 WIB

Oleh : Abdul Wahid* 

Mereformasi Metode Pengajaran Akhlak    Bagi Gen-Z dan Alpha 

LAIN zaman lain pula gaya dan metodepengajaran disetiap generasi, saat ini zamannya Generasi Z dan Generasi Alpha, merekapunyakrakteristik yang jauh berbeda dengan generasi milenial atau generasi X, untuk itu reformasi metode pengajaran akhlak bagi Generasi Z dan Generasi Alpha sangat diperlukan. Karena metode konvensional yang monoton sudah tidak relevan dalam menghadapi gempuran arus digital, media sosial, dan pergeseran gaya belajar mereka yang cepat, visual, serta kritis.

Siapadan Bagaiman KrateristikGenerasi Z dan Generasi Alpha

Generasi Z dan Generasi Alpha adalah dua kelompok demografi manusia setelah Generasi Milenial yang tumbuh ditengah perkembangan teknologi digital. Sebelumnya perlu diketahui mengenai siapa mereka dan rentang tahun kelahirannya:

Generasi Z (Gen Z)

Mereka umumnya didefinisikan lahir pada tahun 1997 sampai 2012 (ada juga yang menyebutkan dari 1995 hingga 2010), karakteristik utama sering disebut sebagai digital natives awal karena tumbuh saat internet dan media sosial mulai berkembang pesat, kemudian sangat akrab dengan smartphone, media sosial (seperti TikTok, Instagram, X), dan mahir mencari informasi dengan cepat, serta cenderung berpikir kritis, menghargai kemandirian, menyukai fleksibilitas, serta peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.

Generasi Alpha (Gen Alpha)

Kelompok generasi ini kelahiran tahun 2013 hingga 2024 (atau dimulai dari tahun 2011/2013 dan seterusnya). Generasi ini merupakan anak-anak dari pasangan Generasi Milenial.Dengan karakter merupakan generasi pertama yang lahir dan tumbuhdi era digital total serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) sudah menjadi bagian normal dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu sangat responsif terhadap komunikasi visual, video pendek, dan pembelajaran interaktif. Terbiasa dengan perangkat gawai (gadget) sejak usia sangat dini, mandiri dalam mencari hiburan atau informasi, serta memiliki pola interaksi global yang unik.

Metode Pembelajaran Akhlak Konvensional

Berikut adalah alasan utama mengapa reformasi tersebut mendesak dilakukan, karena metode pengajaran akhlak yang lama atau tradisional umumnya berpusat pada penanaman nilai spiritual secara langsung melalui keteladanan guru, pembiasaan, serta pengkajian kitab-kitab klasik. Metode pengajaran akhlak masa lampau meliputi: teladanan (Uswah Hasanah) dalam hal inipendidik memberikan contoh perilaku mulia secara langsung dalam keseharian agar ditiru oleh anak didik. Selanjutnya Pembiasaan (Ta'dib / Al-Tijrar), yaitumelatih peserta didik melakukan amal shaleh atau perbuatan baik secara berulang-ulang hingga menjadi kebiasaan hidup.

Selain itu Nasihat dan Ceramah (Mau'izhah),Guru menyampaikan ajaran moral, petuah bijak, serta dalil agama secara lisan kepada murid. Ditambah dengan Talaqqi dan Bandongan, dimana murid duduk mendengarkan dan menyimak guru (seperti kiai di pesantren) yang membaca serta mengupas kitab akhlak klasik, misalnya Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali. Ada jugaLatihan Spiritual (Riyadhah dan Mujahadah), guna mengendalikan hawa nafsu dan melatih jiwa melalui ibadah serta amal secara konsisten. Terakhir Ganjaran dan Hukuman (Tsawab dan I'gab), inimemberikan apresiasi atau pujian bagi yang berakhlak baik serta teguran/sanksi edukatif bagi yang melanggar aturan moral.

Adapun karakteristik utama berpusat pada guru, guru atau pendidik dianggap sebagai figur sentral pemegang otoritas ilmu dan moral dan berorientasi pada pembentukan jiwa (Tazkiyatun Nafs), yaitu fokus utama bukan sekadar menghafal teori benar-salah, tetapi penyucian hati dan pembentukan karakter batin.

Reformasi Metode Pembelajaran Akhlak

Sedangkan metode pengajaran akhlak untuk Generasi Z sesuai dengan karakternya berfokus pada diskusi kritis dan kolaborasi kontekstual, sedangkan untuk Generasi Alpha menekankan pendekatan multisensori, permainan interaktif, dan keteladanan nyata yang sangat dekat.

Untukitulah metode pengajaran akhlak antara kedua generasi tersebutharus disesuaikan dengan karakter dan carabelajar yang diinginkannya. Pada Generasi Z ini berfokus pada komunikasi dan pendekatan dengan cara diskusi dan argumentasi, sebabGen Z tumbuh pada masa transisi teknologi. Generasi ini adalah generasi kritis dan ingin tahu alasan di balik sebuah aturan moral (tidak hanya dilarang, tapi "kenapa hal itu dilarang?"). Selanjutnya kolaborasi, berupa pembelajaran akhlak efektif dilakukan lewat kerja kelompok, studi kasus sosial, atau diskusi terbuka mengenai dilema moral di media sosial.

Beda lagi dengan Generasi Alpha, cukup arahan singkat dan jelas, ini akibat mereka lahir di era digital total dan terbiasa dengan informasi instan. Instruksi akhlak harus disampaikan dengan struktur yang tegas, singkat, namun tetap berpusat pada kedekatan emosional. Adalah penting dilakukan pendampingan intensifyang membutuhkan bimbingan langsung yang konsisten dari orang tua dan guru karena rentang fokus yang lebih pendek.

Begitujuga denganmedia dan gaya Belajar, Generasi Z cenderung menyukai pembelajaran kontekstual dan eksploratif berbasis daring (blended learning). Serta nilai-nilai akhlak lebih masuk ketika dikaitkan dengan fenomena atau isu modern yang relevan dengan dunia digital mereka.

Sedangkan bagi Generasi Alpha mereka sangat responsif terhadap rangsangan visual, video pendek, dan gamifikasi (permainan edukatif bernilai moral). Memerlukan metode multisensori (melibatkan pendengaran, penglihatan, dan praktik langsung/pergerakan) dalam penympaian agar nilai adab tertanam kuat.

Bagaimana denganpenanaman karakter dan prakteknya, Generasi Z harus diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas dalam proyek sosial atau kampanye kebaikan, sehingga mereka merasa mandiri dan dihargai pendapatnya. Adapun Generasi Alpha mereka bergantung sangat tinggi pada contoh nyata (keteladanan) di lingkungan sekitar karena paparan layar gawai yang masif membuat mereka butuh figur konkret untuk memahami empati dan adab sosial secara nyata di dunia offline.

Hari ini orang tua, guru dan masyarakat banyak mengeluh buruknya akhlak generasi Z dan Generasi Alpha, ini tentunya bukan murni kesalahan mereka, akan tetapi akibat dari metode pengajaran akhlak di madrasah dan sekolah, maupun didikan orang tuadi rumah masih mengunakan metode pengajaran untuk generasiX (lahir 1965-1979) atau Generasi Y yanglebih dikenal dengan Generasi Melenial (lahir 1980-1994), tentulahjauh panggang dari api, karenametode yang diajarkan tidak lagi tepat dengan zaman dankrakteristiknya

Oleh karena itu metode pembelajaran akhlak padamurid madrasah, dan siswa di sekolah umum, harus menyesuiakan dengan generasi yang akan menerima materi pembelajaran akhlak tersebut. Agar apa yang diajarkan dapat diterima, dipahami, dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dengan senang hati oleh peserta didik.

*Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan. dan Mahasiswa Program Doktor UIN SUSKA Riau

Berita terkini

Oleh : FIrdaus

Mengapa Harus Don Kancil?

Minggu, 07 Juni 2026 - 17:45:51 WIB
Oleh: Firdaus*

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Kamis, 04 Juni 2026 - 20:15:59 WIB
Oleh: Saidul Amin*

Quo Vadis Pendidikan Nasional?

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:54:52 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

1 Syawal; Aku, Kamu dan Kita

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:17:12 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

PUASA DAN ZONA INTEGRITAS

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:35:37 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

Ketika Manusia Lupa…

Senin, 26 Januari 2026 - 23:05:41 WIB
Oleh: Marah Sakti Siregar

Menikmati Puisi Kritis

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:20:46 WIB
Oleh : Abdul  Wahid*

Bencana Alam Bukti Kiamat Itu Pasti

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:58:50 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Sempena HGN Ke-80 Tahun : Guru Sejati

Selasa, 25 November 2025 - 22:35:18 WIB

Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD

Kamis, 07 Maret 2024 - 12:35:07 WIB
Oleh: Ratna Yulita*

Model Pembelajaran Sekolah Dasar

Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:40:45 WIB
0leh: Abdul Wahid*

“Apa Itu Merdeka Menurut Anda..?”

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:04:07 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

Integritas Bukan Sekedar Kata 

Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:35:39 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Menata Ulang Pembayaran DAM Haji

Minggu, 27 April 2025 - 03:50:57 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Syawal Bulan Menguji Predikat Takwa

Rabu, 02 April 2025 - 10:03:24 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+