Rabu, 24 Juni 2026 - 18:30:57 WIB

Dinilai Berdampak Nyata bagi Gizi Anak dan Ekonomi Daerah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Dorong Program MBG Dilanjutkan

Hendrik Firnanda, P

BENGKALIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai telah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda, P mengatakan, bahwa program nasional yang mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 itu merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“Program MBG sangat baik karena secara langsung menyentuh kebutuhan dasar anak-anak dalam pemenuhan gizi. Dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi, kualitas kesehatan serta kemampuan belajar peserta didik diharapkan semakin meningkat,” ujar Hendrik, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Hendrik yang juga menjabat Sekretaris DPC Gerindra Bengkalis ini, pelaksanaan MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi salah satu program yang tidak membebani keuangan daerah karena seluruh pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Yang terpenting adalah memastikan program ini berjalan optimal, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Hendrik menilai Program MBG telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari membuka peluang usaha yang luas bagi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.

Ia berharap kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Bengkalis dapat dipenuhi oleh produk-produk lokal, mulai dari sayuran, buah-buahan, telur, ikan, ayam hingga jasa distribusi dan pengolahan makanan.

“Jika bahan baku diprioritaskan dari UMKM dan pelaku usaha lokal, maka omzet masyarakat akan meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas,” ujarnya.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, keberadaan dapur MBG yang beroperasi setiap hari juga menciptakan permintaan pasar yang stabil sehingga memberikan kepastian usaha bagi para mitra penyedia bahan baku.

Tak hanya itu, operasional dapur MBG turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, mulai dari tenaga pengolahan makanan, distribusi, administrasi hingga tenaga pendukung lainnya.

“Program MBG bukan hanya investasi untuk kesehatan generasi muda, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bengkalis,” tambahnya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, Hendrik mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan BGN. Ia menegaskan kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas utama, baik dari sisi kandungan gizi, kebersihan maupun keamanan pangan.

"Jangan sampai ada pihak yang mengorbankan kualitas makanan demi keuntungan pribadi. Jangan hancurkan cita-cita Presiden Prabowo untuk memberikan gizi terbaik kepada anak-anak Indonesia. Program ini harus dijaga secara kolektif," tegasnya.

Sejak dilaksanakan secara bertahap pada Januari 2025, Program MBG telah memberi keuntungan bagi ribuan siswa di Kabupaten Bengkalis. Selain memenuhi kebutuhan gizi untuk anak-anak sekolah, inisiatif ini juga berkontribusi dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi.

Melihat manfaat yang semakin dirasakan oleh masyarakat, Hendrik berharap agar Program MBG dapat terus berlanjut dan area pelaksanaannya bisa diperluas di masa mendatang. Ia mencatat bahwa keberlanjutan program merupakan kunci agar dampak positif yang dirasakan saat ini dapat terus berlanjut bagi generasi muda dan perekonomian lokal.

"Program MBG mesti berlanjut dan mengalami penyempurnaan. Ini bukan sekadar tentang memberi makan anak-anak di sekolah, tetapi juga berkenaan dengan menciptakan generasi masa depan yang sehat serta memperkuat perekonomian masyarakat dari akar. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, keuntungan yang diperoleh akan sangat signifikan bagi Kabupaten Bengkalis dan Indonesia secara keseluruhan," imbuhnya.

Gerindra Bengkalis, lanjut Hendrik, siap untuk berada di garis depan dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar tetap berlangsung sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat maksimum bagi masyarakat. (AP)

Berita terkini

Septian Nugraha Resmi Jabat Sebagai Ketua DPRD Bengkalis 

Senin, 14 Oktober 2024 - 18:00:24 WIB

Usai Dilantik, Ini Harapan Ketua DPRD Bengkalis

Senin, 18 September 2017 - 00:00:00 WIB

Abdul Kadir Resmi Jadi Ketua DPRD Bengkalis

Senin, 18 September 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Bengkalis sah kan Tiga Renperda menjadi Perda

Selasa, 15 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Firman Resmi Jadi Anggota DPRD Bengkalis

Senin, 07 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua DPRD Bengkalis Kritik Pemberhentian 36 SPD

Senin, 24 April 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Bengkalis Meradang, ini Penyebabnya

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

DPD PAN akan Segera Menunjuk Plt Ketua DPRD Bengkalis

Selasa, 28 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+