Kamis, 21 Maret 2024 - 07:35:59 WIB

Oleh: Harmudianto, S.Ag

Menjemput kemenangan

Harmudianto, S.Ag

https://riaupunya.com/gambar/foto/6064718598.png

RAMADHAN adalah salah satu wadah untuk mengumpulkan segala amal, diskon besar-besaran amalan yang sedikit akan dilipatgandakan oleh Allah Swt, disitulah seseorang menambah dan mengumpulkan amunisi dan amalan sebanyak-banyaknya.

Allah Swt dengan rahmatNya menyediakan musim untuk kita semua yang disana kita bisa memanfaatkan untuk menumpuk amal setinggi-tingginya.

Nabi Muhammad SAW memberikan kabar gembira untuk para sahabat, beliau bersabda:

Yang artinya, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan sebuah bulan yang barokah (banyak kebaikannya). Allah telah mewajibkan kepada kalian puasa, didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan (malam lailatul qadr)

Barang siapa yang melakukan shalat malam dibulan Ramadhan (taraweh) karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu. (Muttafaqun ‘alaihi)

Siangnya berpuasa maka diampuni dosanya yang telah lalu, lalu malamnya melakukan sholat taraweh, dan diampuni dosanya yang telah lalu Kesempatan untuk menghapus dosa.

Seorang pemenang adalah orang yang mampu memenangi perjuangan bathin menjaga kesucian puasa, mereka memperoleh derajat kesucian, kemuliaan dan pahala karena mampu menahan segala dorongan hasrat, menjaga perut dari makan dan minum, mata dari godaan citra abad informasi, tubuh dari hasrat seksual, diri dari budaya konsumerisme, serta terjaga hati dari simulakra kesucian.

Momen kemenangan dan kefitrahan yang diraih karena sukses beribadah puasa, sukses mengendalikan hawa nafsu, patut dimanifestasikan dalam makna yang sebenarnya, meraih ibadah puasa, mencapai spiritual ilahiyah sekaligus membumikan hakekat hidup manusia itu sendiri.

Mereka berbuat berkata sesuai niat yang ikhlas dan berjuang dalam rangka menjemput kemenangan dengan kemenangan karena konsisten menampilkan kesucian, kesederhanaan, kecintaan, dan kemuliaan di hari raya, bukan perayaan materi, kelimpahan benda, dan gemerlap citra. Dalam arena “perjuangan” menjadi manusia paripurna melalui proses perjalanan puasa, mereka memperoleh gelar ganda yakni kemenangan puasa sekaligus kemenangan hari raya.

Seorang pemenang mampu meningkatkan poin pahala dari tahun ketahun dan menjadi orang beruntung, karena itu mereka mampu mendapatkan manfaat puasa dan lebaran yang esensial yaitu penyegaran diri dan penyucian hati penjernihan pikiran, pengasahan bathin dan pembersihan dosa sehingga menjadi insan kamil.

Setidaknya ada lima syarat untuk menjemput kemenangan dalam berpuasa:

  1. Tegar dan kokoh serta ketetapan hati

Seorang yang beriman tidak pernah diombang-ambing dengan bermacam-macam glamor dan hiruk pikuk gangguan duniawi apa pun, tidak akan pernah goyah dan terbawa oleh arus yang negatif.

  1. Banyak mengingat Allah.

Menyibukkan diri selama bulan Ramadhan dengan beragam amal sholeh lainnya untuk senentiasa mengingat Allah Swt.

  1. Mentaati Allah dan Rasul-Nya.

Dalam berpuasa ada ketentuan dan syariat serta kepatuhan dalam menjalankan ibadah puasa.

  1. Menghindari perselisihan emosional.

Bahwa seseorang tidak terjerumus kedalam tanazu’ (perselisihan dan pertengkaran) karena tanazu’ akan membawa orang yang beriman akan menjadi lemah.

5. Menjaga keikhlasan.

Untuk menjemput kemenagan tentunya berbuat, berniat, beramal selama ramadhan tanamkanlah ikhlas karena Allah SWT

By. Harmudianto, S.Ag

#penyuluhagamaislambergerak

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+