Destinasi Wisata Danau Bungsu Menjanjikan
Riaupunya.com -- Masyarakat Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Ahad 4 Agustus 2019 pagi, tampak bergotong royong melakukan pembuatan jalan di tepian waduk hutan lindung milik Pemkab Siak, tepatnya di dekat PDAM Minas. Warga sekitar menamakan waduk itu dengan sebutan Danau Telaga Bungsu. Di atas lahan 100 Ha, danau tersebut dikelilingi oleh hutan lindung milik pemerintah kabupaten Siak. Rencananya, lokasi itu akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata.
Ketua Kelompok Tani Hutan di kawasan tersebut, Patrianta mengatakan, bahwa pihaknya memiliki tekat kuat untuk menjadikan Danau Bungsu sebagai tempat wisata Alam yang nantinya berguna bagi kepentingan masyarakat di Kecamatan Minas.
“Tujuan kita buka jalan ini selain untuk jalan santai juga nantinya agar masyarakat bisa mengelilingi hutan ini dengan nyaman kemudian dapat mengenal kayu-kayu yang tumbuh di sini, yang kebanyakan keberadaannya sudah sangat langka,” terang Patrianta.
Dikatakannya, sebagaimana diketahui, hampir seluruh masyarakat di Kecamatan Minas bergantung kepada perusahaan, namun demikian didalam perusahaan ada batasan umur yang dapat mereka pekerjakan.
“Oleh karena itu kita berencana menciptakan lokasi ini selain untuk wisata tentunya juga nanti bisa menjadi lapangan kerja bagi warga yang sudah tidak bisa bekerja lagi di perusahan yang ada di Minas ini. Misal mereka berdagang di tempat ini, dan lain sebagainya. Kita lihat potensi itu sangat kuat di tempat ini. Jadi kita memberdayakan alam sebagai tempat wisata untuk bisa meraup penghasilan bagi masyarakat. Itu hal yang kita rencanakan selama ini, insya Allah hal itu akan terwujud tentunya dengan dukungan semua pihak,” kata pria yang akrab disapa Bang Atta ini.
Atta mengatakan, dalam memeriahkan HUT RI tahun 2019 nantinya pihaknya juga akan mengadakan pesta rakyat di lokasi itu dengan acara gerak jalan santai, yang rencananya akan di gelar pada Ahad (25/8) mendatang.
“Dan saat ini kita sudah lakukan pembersihan jalan untuk di lintasi pejalan kaki nantinya yang panjangnya kurang lebih 2 Kilometer. Pembersihan ini kita lakukan dengan bergotong royong bersama para kelompok tani hutan berjumlah 300 KK yang ada di sini. Kedepannya kita akan perluas lagi jalan ini lebih kurang sepanjang 5 kilometer,” sambung dia.
Lebih jauh dikatakan, prospek kedepan hutan itu juga akan dimanfaatkan sebagai bumi perkemahan, dan juga nantinya pihaknya akan menciptakan wahana permainan Air didalam danau tersebut, seperti bebek dayung dan lain sebagainya.
“Pada dasarnya kita tidak ada bertujuan melakukan perusakan hutan, justru kita di sini ingin menyelamatkan lingkungan. Karena hutan kita di Minas ini sudah berubah menjadi kebun sawit. Maka hutan yang sedikit ini kita jaga agar tidak di garap orang dengan menciptakannya sebagai lokasi wisata,” tukasnya.
Dia juga menyebutkan, Pemkab Siak sangat mendukung kalau tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata. Bahkan bupati tidak mau mengelolanya pihak dinas terkait akan mengelola tempat tersebut.
Selain itu manfaat dari adanya kegiatan di kawasan hutan itu kata dia juga bisa menjaga kayu alam yang ada, sebab sebelum ada kegiatan dikawasan hutan itu Kayu Alam di hutan kerap di Ambil orang ataupun di curi, (pembalakan Hutan).
“Ada sekitar dua hektar udah terang akibat di garap orang tak bertanggung jawab. Alhamdulillah setelah masyarakat beraktifitas di sini, hal semacam itu tak ada lagi di hutan ini. Artinya terjaga lah. Kemudian dulunya tempat ini juga kerap dijadikan untuk berpacaran oleh anak muda kita, mereka masuk kedalam hutan sekarang hal itu sudah tidak ada lagi. Itu salah satu manfaat besarnya. Dan sudah banyak masyarakat yang berangan-angan agar Minas ini memiliki tempat kebanggan seperti tempat ini misalnya,” pungkasnya. (jas)






























































