Hanya Karena Bersenggolan saat Parkir Motor
Siswa SMA ini Sayat Temannya dengan Pisau Cutter
Riaupunya.com - Entah apa yang ada dibenak T, Siswa kelas XI salah satu SMA swasta ternama di Jalan Kebon Jati Bandung itu tega melukai temannya Muhamad Rifki (16) yang juga siswa kelas XI dengan menggunakan pisau cutter, hanya gara-gara bersenggolan saat parkir motor di hari pertama masuk sekolah, Senin 15 Juli 2018 pagi tadi.
Seperti dikutip dari okezone, saat kejadian, Rifki yang akan mengikuti kegiatan Halal Bihalal di sekolahnya, bersenggolan di lahan parkir dengan rekan satu sekolahnya. Terjadi adu mulut antara Rifki dan rekannya pasca kejadian tersebut.
Setelah itu tiba-tiba Rifki langsung disabet menggunakan pisau cutter oleh rekannya tersebut. Akibatnya Rifki pun terluka dan langsung di larikan ke rumah sakit oleh rekannya yang berada di lokasi kejadian.
Kejadian tersebut pun langsung diketahui pihak keamanan sekolah. Saat itu pihak sekolah pun langsung mendatangi korban dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Menyikapi laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian untuk mencari pelaku.
Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana, polisi langsung mengejar pelaku yang telah diketahui identitasnya. Berselang satu jam dari kejadian polisi berhasil menangkap pelaku.
“Kita amankan pelaku berinisial T yang merupakan teman satu sekolah dengan korban. Diamankan di kediamannya,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, saat ungkap kasus di Mapolres, Jalan Jawa, Bandung.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui motif pelaku di sebabkan karena bersenggolan dengan korban saat tengah memarkirkan kendaraannya.
“Cutter dibawa oleh pelaku, alasannya untuk berjaga-jaga. Jadi dia enggak terima korban itu menyenggol dirinya saat tengah parkir,” jelasnya.
Hendro mengatakan, saat ini korban telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa Bandung. “Korban dijahit di bagian belakang kepala sebanyak 12 jahitan dan 5 jahitan di bagian kening,” terangnya.
Sementara pihak sekolah menyebutkan, pelaku memang memiliki riwayat kurang baik di lingkungan sekolah. Meskipun begitu, pelaku tidak memiliki catatan khusus di sekolah.
Pelaku dikenal sering melawan guru. Pelaku juga diketahui merupakan siswa yang diketahui sering berpindah sekolah. Soal prestasi akademik, pelaku diketahui cukup pintar di antara rekan lainnya.
“Dulu dia pernah di pesantren, kemudian ke SMA Negeri dan baru masuk ke (SMA) kita,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, tempat korban dan pelaku bersekolah, Hendra Yulianto, saat di temui wartawan.
Saat ini, pelaku harus menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung. Untuk proses hukumnya sendiri, pelaku akan diberikan pendampingan karena masih di bawah umur.
Atas apa yang dilakukannnya, pelaku mengaku menyesali perbuatannya. “Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan berjanji akan berguna bagi orangtua, bangsa dan negara,” ungkap pelaku.
Sumber: Okezone

























































