UIR Berkeinginan Menjadi Pusat Sertifikasi Berstandar Internasional
Riaupunya.com - Sebagai kampus yang telah tumbuh dan berkembang sebagai universitas besar. Rektor Prof Dr H syafrinaldi SH MCL berharap Universitas Islam Riau (UIR) dapat menjadi Pusat Certifikasi Berstandar International.
UIR berkeinginan menjadi host atau penyelenggara dari berbagai testing yang erat kaitannya dengan bahasa Inggris, misalnya TOEFLE (Test of English as a Foreign Language) atau TOEIC (Test of English for International Communication).
Perihal itu disampaikan Rektor Syafrinaldi dalam sambutannya sebelum membuka English for International Communication Short Seminar at Islamic University of Riau di Gedung Rektorat Kampus UIR Perhentian Marpoyan Pekanbaru, Jumat sore 23 Maret 2018.
Rektor Syafrinaldi juga mengakui bahasa Inggris sebagai bahasa asing masih menjadi problem di negeri ini termasuk di kalangan dosen dan juga mAHASISWA. Padahal bahasa Inggris menjadi bagian penting bagi semua orang untuk dapat beradaptasi dengan zaman now.
"Ia bahkan sudah menjadi second language atau bahasa kedua setelah bahasa Indonesia. Kita paham bahwa sekarang sudah zaman revolusi industri atau anak-anak muda menyebutnya sebagai zaman now," kata Syafrinaldi.
Lanjut Rektor, lembaga-lembaga international memberi banyak beasiswa kepada setiap dosen yang ingin belajar ke luar negeri. Sayangnya tidak banyak dosen yang memanfaatkan kesempatan ini karena lemah berbahasa Inggris.
"Kendala kita untuk menyelenggarakan hal itu adalah kita belum memiliki lisensi, karena itulah sekarang kita ditantang mengambil peluang tersebut secepatnya. Kita memiliki banyak kekurangan dan oleh sebab itu mari kita ambil peluang ini secepatnya," ajak Rektor kepada para dosen UIR.
Sementara Widi Nazmuddin, dari Team Leader Training & Learning Specialist Education Development International Test Centre menyatakan, bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan dalam masyarakat ekonomi Eropa. Bahkan perguruan tinggi saat ini tidak semata mengeluarkan ijazah, akan tetapi juga menerbitkan surat keterangan kompetensi bagi lulusannya sebagai pendamping ijazah.
Di Indonesia, tambahnya, terdapat 3.246 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 5.153.971. Sebanyak 71% mahasiswa langsung terjun ke dunia kerja, 28,1% lulusan bersertifikat kompetensi.
"Dalam upaya bersaing secara ketat dan mengurangi angka pengangguran yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat drastis, terbuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggrisnya," pungkas Widi.
English for International Communication Short Seminar yang diikuti ratusan dosen di lingkungan fakultas UIR itu diselenggarakan oleh Widi Nazmuddin, Team Leader Training & Learning Specialist Education Development International Test Centre. (rls)























































