Tiga Fraksi di DPR Konsisten Ingin Presidential Threshold 0 Persen
Riaupunya.com - Fraksi Partai Gerindra masih konsisten dengan ditiadakannya sistem ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) atau 0 persen. Tidak hanya Gerindra, fraksi lainnya juga masih konsisten dukung presidential threshold 0%.
Menurut Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria selain Gerindra, fraksi lainnya yang masih konsisten adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
"Pemerintah beberapa hari lalu masih bertahan dengan 20 persen. Kami, PAN, Demokrat masih di 0 persen ya," ujar Riza di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.
Menurut Riza, alasan ketiga partai tersebut bukan persoalan angka threshold-nya, melainkan persoalan konstitusional yang bisa menyebabkan penggunaan presidential threshold di Pemilu 2019 tidak relevan.
"Buat kami bukan nilai threshold-nya 1 atau sampai 20 persen tapi ini terkait konstitusi. Kami meyakini putusan MK Pemilu itu serentak tidak mungkin memakai presidential threshold jadi rujukan karena telah dipakai pemilu 2014, maka kami meyakini ambang batas tidak bisa dipakai untuk Pemilu 2019. Karena pemilu 2019 dilakukan secara serentak," ucap Riza, seperti mengutip okezone.com.
Ketua DPP Partai Gerindra itu menuturkan, ahli-ahli hukum dan tata negara sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqqie dan Hamdan Zoelva telah berpendapat bahwa presidential threshold di Pemilu 2019 tak relevan dan tak bisa digunakan.
"Kami berharap pemerintah bisa memahami dan mengerti sejauh yang kami tahu pemerintah justru patuh dan taat mendorong agar aturan mengikuti putusan MK," pungkasnya.***





























































