Minggu, 22 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Hadiri Pengarahan Presiden,

Gubri Bertekat Riau Harus Bebas Asap

Gubenur Riau hadiri Rakornas pengendalian Karhutla di istana Presiden. Gubernur Arsyadjuliandi Rachman sampaikan komitmennya untuk mengatasi secara maksimal

JAKARTA- Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman menyatakan komitmennya untuk membebaskan Riau dari bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, Gubri berharap dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.

"Alhamdulillah tahun lalu asap jauh berkurang di Riau. Ini tentu karena semua bekerja melakukan pencegahan dini," kata Gubri kepada pers usai menghadiri pengarahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada Tahun 2017, di Istana Negara Jakarta, Senin (23/1/17).

Gubri menyatakan bahwa sejak awal tahun pihaknya telah berupaya mengantisipasi terjadinya karhutla. Pemerintah telah dan terus melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan karhutla kepada masyarakat.

"Saat ini, sudah ada dua kabupaten di Riau yang ditetapkan siaga darurat sebagai langkah antisipasi. Status ini membuat kita lebih leluasa bergerak melakukan antisipasi, baik antisipasi oleh pihak TNI, Polri maupun oleh pihak swasta," terang pria yang akrab disapa Andi Rachman seraya menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas terkait bersama TNI/Polri juga terus melakukan pengawasan terhadap lahan yang rawan terbakar.

Jika semua pihak komit dan bahu-membahu melakukan antisipasi, Gubri optimis target Riau bebas asap pada 2017 bisa tercapai. "Masyarakat harus menyadari bahwa membakar hutan terutama untuk membuka lahan sebenarnya sangat merugikan," ungkapnya.

Presiden Jokowi mengingatkan agar pada tahun 2017 kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah harus diminimalisir. Upaya antisipasi, tegasnya, harus ditingkatkan.

"Kita semuanya harus antisipasi, jangan sampai peristiwa kebakaran 2015 lalu terulang kembali," tegasnya.

Jokowi mengatakan, kebakaran lahan dan hutan di tahun 2015 lalu menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah. Saat itu, dampak kebakaran tidak hanya menekan angka pertumbuhan ekonomi tapi juga mempengaruhi sektor penerbangan.

"Tahun 2015 kita mengalami kerugian. Kalau dihitung-hitung, dampaknya ke urusan pembatalan penerbangan, dampak karena perkantoran yang libur, dampak karena aktivitas ekonomi yang berhenti mencapai angka yang tidak sedikit sekitar Rp 220 triliun kurang lebih. Itu angka yang sangat besar sekali," jelasnya.

Dalam rakor ini nampak hadir Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil, dan sejumlah menteri terkait. Nampak juga Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnaen, Bupati Rohil Suyatno, Bupati Pelalawan HM Harris, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Wakil Bupati Siak Alfedri, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi, Walikota Dumai Zulkifli AS, Kepala Dinas LHK Riau Yulwiriaty Moesa dan sejumlah Kapolres di Riau.

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+