Minggu, 27 September 2026 - 21:30:14 WIB

Petani Sawit Lubuk Bendahara Resah, TBS Dicuri Sebelum Panen

ROKAN IV KOTO -- Petani kelapa sawit di wilayah Lubuk Bendahara Siliwangi, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu ,(Rohul) mengaku resah akibat maraknya dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Warga menyebut pelaku pencurian yang mereka juluki “Ninja Sawit” kerap mengambil buah sebelum memasuki masa panen.

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan petani karena hasil kebun yang seharusnya menjadi sumber pendapatan justru lebih dahulu hilang dininja.

Salah seorang petani, Pardi, mengatakan aksi pencurian tersebut sudah berulang ulang dan membuat petani geram. Kenapa tidak, selain TBS mengkal yang dininja, pelepah sawit yang semestinya belum diturunkan habis digundul berserakan.

“Putaran minggu ini saya tidak panen karena buah sawit di kebun sudah habis dininja orang,” ujar Pardi, Ahad 27 September 2026.

Keluhan serupa disampaikan Dorlan, Ia juga mengaku pada putaran panen minggu ini tidak lagi melakukan panen karena buah sawit di lahannya telah dicuri.

“Pelepah berserakan, buahnya sudah habis dicuri,” katanya

Petani lainnya, F. Mangungsong, Kali Sutan, dan Halim siregar, juga mengaku mengalami persoalan serupa.

Warga menyebut pencurian tidak hanya terjadi saat buah sudah matang, tetapi juga ketika TBS masih mengkal.

“Jangankan sampai masak, masih mengkal saja sudah habis dininja orang,” ujar salah seorang petani.

Minta Polisi Proaktif

Warga meminta Polres Rokan Hulu, Polsek Rokan IV Koto, dan Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Bendahara lebih proaktif melakukan patroli, pengawasan, serta pembinaan di kawasan perkebunan.

Menurut warga, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kebun sawit merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat.

Kali Sutan, petani di wilayah Siliwangi dusun Kampung Baru, juga menyebut pernah menemukan benda yang menurutnya menyerupai bong, yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika.

Namun, keterkaitan benda tersebut dengan pelaku pencurian sawit belum dapat dipastikan dan perlu pemeriksaan aparat berwenang

Selain itu, warga menyoroti keberadaan sejumlah peron atau tempat penampungan/pembelian TBS di sekitar wilayah perkebunan Siliwangi.

"Di daerah kebun kami ada berdiri peron sawit. Entah ada izinnya atau tidak, kami tidak tahu,” kata Kali Sutan

Babinkamtipnas Diminta Proaktif Tanggapi Keluhan Masyarakat.

Pembina DPW LSM Komunitas Ekonomi Kecil (Korek) Riau, Halim Siregar, mengatakan dirinya juga memiliki lahan di Lubuk Bendahara dan mengaku mengalami persoalan pencurian sawit.

Menurutnya, pencurian tersebut telah terjadi berulang kali sehingga diperlukan langkah nyata dari aparat kepolisian.

“Lahan saya ada di Lubuk Bendahara dan terus-terusan dicuri. Saya bersama masyarakat akan mendesak Polsek Rokan IV Koto agar turun dan menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Halim.
Sebelumnya Halim sudah pernah berkordinasi dengan Kanit Res Polsek Rokan IVKoto, terkait maraknya aksi ninja di wilayah Lubuk Bendahara.

Warga berharap polisi tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan tindakan prefentif pencegahan dgn melakukan patroli dan pengawasan di kawasan perkebunan baik dibeberapa peron penampung TBS Ninja.
(Lim)

Berita terkini

Hasil Otopsi

Polisi Menduga Suryo Utomo Bunuh Diri

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Banding Ditolak, M Guntur Ajukan Kasasi

Senin, 15 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Saat Tidur, Warga Kuansing Dikejutkan Air Masuk Rumah

Sabtu, 13 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Elza Syarief Diperiksa terkait Andi Narogong

Rabu, 10 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Ibu-ibu ini Bagikan Makanan Gratis di Aksi Simpatik 55

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Pabrik Kerupuk di Duri Ludes Dilalap Sijago Merah

Jumat, 05 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Terjadi Kemacetan Parah di Malioboro, ini Pemicunya

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

KPK Periksa Keponakan Novanto Terkait Kasus e-KTP

Rabu, 03 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Penilaian Fadli Zon Terhadap Jaksa Agung

Jumat, 28 April 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+