Rabu, 15 Juli 2026 - 20:40:32 WIB

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital

PEKANBARU – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Nor’izah binti Ahmad, dan diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat serta Program Studi Ilmu Komunikasi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula GR Lantai 3 Kampus Utama UMRI tersebut dibuka oleh Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom. Hadir pula Wakil Dekan Johan Faladhin, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Ulmi Marsya, S.I.Kom., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Khusnul Hanafi, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Raja Widya Novchi, M.Soc.Sc., Abdul Rahman Sayopi, M.I.Kom., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan FIKOM UMRI.

Dalam sambutannya, Jayus menyampaikan bahwa International Guest Lecturer menjadi salah satu upaya FIKOM UMRI untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa agar dapat melihat dunia komunikasi dari perspektif yang lebih luas.

"Forum seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pengalaman akademik mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh perspektif serta praktik terbaik dari akademisi internasional. Harapannya, mahasiswa FIKOM UMRI semakin siap menghadapi tantangan dunia komunikasi yang terus berkembang di era digital," ujar Jayus.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Nor’izah membawakan materi bertajuk "Crisis Communication and Reputation Management in a Digital Society: Strategies for Building Public Trust in an Era of Viral Information." Melalui pemaparannya, ia mengajak peserta memahami tantangan komunikasi krisis di tengah masyarakat digital, ketika informasi dapat menyebar begitu cepat melalui media sosial dan memengaruhi reputasi organisasi hanya dalam hitungan menit.

Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini setiap orang dapat menjadi penerbit informasi (everyone is a publisher), penyiar (everyone is a broadcaster), sekaligus pemberi pengaruh (everyone is an influencer). Karena itu, organisasi dituntut untuk mampu merespons krisis dengan cepat, terbuka, dan autentik agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana sebuah krisis berkembang, mulai dari issue, risk, hingga crisis, serta mengapa reputasi merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap organisasi. Menurut Dr. Nor’izah, reputasi yang dibangun melalui komunikasi yang konsisten, transparan, dan penuh empati akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai situasi krisis.

Agar materi semakin dekat dengan kondisi nyata, Dr. Nor’izah memaparkan sejumlah studi kasus komunikasi krisis di kawasan ASEAN, di antaranya tragedi Malaysia Airlines MH370, AirAsia QZ8501, serta tragedi Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Dari berbagai kasus tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran tentang pentingnya menyampaikan informasi secara cepat, akurat, konsisten, dan penuh empati untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Suasana pembelajaran pun semakin interaktif ketika peserta mengikuti simulasi penanganan krisis melalui skenario viral di media sosial. Dalam sesi ini, mahasiswa diminta menyusun strategi komunikasi pada 30 menit pertama setelah munculnya krisis digital, mulai dari memverifikasi informasi, menentukan pihak yang perlu dihubungi, hingga merancang pesan awal yang efektif untuk disampaikan kepada publik.

Menjelang akhir sesi, Dr. Nor’izah juga memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam komunikasi krisis. Menurutnya, AI dapat membantu organisasi mendeteksi potensi krisis, memantau percakapan publik, menganalisis sentimen masyarakat, hingga menyusun draf respons awal secara cepat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kepemimpinan, empati, tanggung jawab, dan integritas manusia dalam membangun maupun mempertahankan kepercayaan publik.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer ini, FIKOM UMRI berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan global mengenai praktik komunikasi krisis dan pengelolaan reputasi di era digital, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FIKOM UMRI untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta selaras dengan kebutuhan industri komunikasi dan tantangan global.**

Berita terkini

Lantik Wakil Dekan FKIP Unri, ini Pesan Rektor Sri Indarti

Senin, 11 September 2023 - 12:25:47 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+