MUI Bengkalis dan Masjid Istiqomah Gelar Pelatihan Juleha, Perkuat Pemahaman Penyembelihan Sesuai Syariat
BENGKALIS – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis berkolaborasi dengan Badan Pengurus Masjid Istiqomah menyelenggarakan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) pada Sabtu pag 23 Mei 2026.
Kegiatan yang diadakan di Masjid Istiqomah Bengkalis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sekitar 100 orang dari Kecamatan Bengkalis dan Bantan berpartisipasi dalam pelatihan untuk memahami lebih baik tatacara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan ajaran Islam.
Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu M. Farik dan Syahrul Sutiono dari MUI Kabupaten Bengkalis, serta Genta dari Karantina Hewan.
Pembukaan acara dihadiri oleh Sekretaris MUI Kabupaten Bengkalis, Gus Affan Zahidi, mewakili Ketua Umum MUI, Buya Amrizal, beserta Ketua Panitia, Ruliyono, dan Ketua Badan Pengurus Masjid Istiqomah, Ahmad Toha.
Ruliyono, yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana, menyatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada juru sembelih agar bisa melakukan penyembelihan hewan kurban dengan sesuai hukum fikih Islam.
Dia menegaskan, meski masyarakat sudah melakukan penyembelihan hewan kurban setiap tahun, penting untuk selalu memperbarui dan memperdalam pengetahuan mengenai cara penyembelihan yang halal.
“Pelatihan ini bukan dimaksudkan untuk mengajari juru sembelih, tetapi untuk menjadikannya sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan agar penyembelihan hewan dapat dilaksanakan dengan benar menurut syariat Islam,” kata Ruliyono.
Di sisi lain, Ahmad Toha selaku Ketua Badan Pengurus Masjid Istiqomah merasa bersyukur bahwa kegiatan yang telah lama diimpikan akhirnya dapat dilaksanakan.
Dia mengungkapkan, sebelumnya pengurus masjid memiliki rencana untuk mengadakan pelatihan serupa, tetapi terkendala masalah anggaran. Akhirnya, MUI Kabupaten Bengkalis bersedia membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, MUI Bengkalis dengan penuh sukarela memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, sehingga pelatihan juru sembelih halal dapat berjalan dengan baik,” tutup Ahmad Toha.
Selain masyarakat umum, acara tersebut juga dihadiri oleh para ulama, ustaz, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Bengkalis.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta bukan hanya memahami konsep teori penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dengan benar saat melaksanakan ibadah kurban, sehingga hewan yang disembelih benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat Islam. (AP)










































