Rabu, 22 April 2026 - 19:45:15 WIB

DP3APM Pekanbaru dan FW-KLA Bersinergi Dorong Pemenuhan Hak Anak Lewat Lima Klaster

PEKANBARU -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) di Pekanbaru menekankan bahwa kerjasama antar sektor sangat vital untuk mendukung perkembangan anak, khususnya melalui kontribusi media dalam menyebarkan program Kota Layak Anak.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala DP3APM Kota Pekanbaru, Erna Juita, saat memberikan sambutan di pertemuan kerja bersama Forum Wartawan Kota Layak Anak (FW-KLA) di Pekanbaru.

Acara tersebut berlangsung di Aula DP3APM yang terletak di lantai 4 Gedung Dinas Kesehatan, di Kompleks Perkantoran Walikota Tenayan Raya, Jalan Abdul Rahman Hamid, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Rabu, tanggal 22 April 2026.

Kadis Erna Juita menjelaskan bahwa partisipasi semua pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan anak, baik melalui kegiatan yang edukatif maupun permainan yang mendukung perkembangan mereka.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya memasukkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aktivitas anak, agar tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga dapat membangun karakter dan moral yang baik sejak usia dini.

Ia beranggapan bahwa peran media menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Berita yang akurat dan seimbang diyakini dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai program perlindungan anak dan mendorong keterlibatan masyarakat.

Lebih lanjut, Erna menjelaskan bahwa pemenuhan hak anak saat ini mulai diterapkan di berbagai tempat umum, termasuk hotel, kantor, dan pusat perbelanjaan modern yang menyediakan fasilitas yang ramah anak seperti ruang bermain. Hal ini menunjukkan bahwa sektor usaha juga memainkan peranan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak.

“Di masa depan, kami berharap konsep ini dapat diperluas, tidak hanya di hotel, tetapi juga di berbagai tempat umum lain melalui kerjasama yang terpadu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa indikator Kota Layak Anak terbagi menjadi lima kluster utama yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan program di daerah.

Kluster pertama mencakup hak sipil dan kebebasan yang menjamin anak memiliki identitas serta hak untuk berekspresi. Kluster kedua berkaitan dengan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam perkembangan anak.

Selanjutnya, klaster ketiga mencakup kesehatan dasar dan kesejahteraan, termasuk pemenuhan gizi dan layanan kesehatan bagi anak. Klaster keempat adalah pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya mendukung perkembangan intelektual dan kreativitas anak.

Sementara itu, klaster kelima adalah perlindungan khusus, yang berfokus pada perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Dengan adanya lima klaster tersebut, pemerintah berharap seluruh pihak dapat memahami dan berkontribusi sesuai perannya masing-masing dalam mewujudkan Kota Layak Anak.

Melalui rapat kerja ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, media dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota yang aman, nyaman dan ramah bagi anak.**

Berita terkini

Masa Khidmad 2025-2030, Dr Saidul Amin Nakhodai MUI Riau

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:25:09 WIB

Panitia HPN SMSI 2026 Tinjau Universitas Syech Nawawi Banten

Rabu, 19 November 2025 - 08:15:17 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+