Minggu, 08 Maret 2026 - 12:20:12 WIB

Kedaulatan Digital di Ujung Tanduk

SMSI Desak Pemerintah Bertindak Atas Kesepakatan ART Prabowo–Trump

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menganggap bahwa kekuasaan digital Indonesia saat ini dalam kondisi yang meresahkan. Ini berkaitan dengan adanya kesepakatan yang dikenal dengan nama ART antara Presiden Prabowo dan Donald Trump saat pertemuan di Washington DC.

SMSI menganggap bahwa kerjasama ini harus diperhatikan dengan serius oleh pihak pemerintah karena bisa berpengaruh terhadap arah kebijakan digital di negara kita. Jika tidak diatur dengan jelas, kesepakatan tersebut dikhawatirkan dapat membuka ruang dominasi kepentingan asing dalam ekosistem digital Indonesia. 

Menurut SMSI, sektor digital saat ini menjadi salah satu pilar penting bagi kedaulatan negara. Penguasaan terhadap data, informasi, serta platform digital dapat menentukan arah ekonomi dan politik suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah diminta memastikan bahwa setiap kerja sama internasional tetap berpihak pada kepentingan nasional. 

Organisasi ini juga menekankan bahwa sektor media digital di Indonesia sudah mengalami kompetisi yang sangat sengit dengan platform internasional. Banyak perusahaan teknologi besar dari luar negeri memiliki sumber daya finansial, teknologi, dan jaringan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan perusahaan lokal. Jika tidak ada kebijakan yang melindungi ekosistem nasional, media dan perusahaan digital dalam negeri dapat semakin terpinggirkan. 

Selain itu, SMSI menilai transparansi pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat perlu mengetahui secara jelas isi kesepakatan tersebut, termasuk dampaknya terhadap regulasi digital, pengelolaan data, dan keberlangsungan industri media di Indonesia. Tanpa keterbukaan informasi, akan muncul berbagai spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. 

Karena itu, SMSI mendorong pemerintah untuk segera melakukan tindakan nyata. Beberapa di antaranya adalah memberikan penjelasan yang jelas tentang isi kesepakatan, menyusun peraturan yang melindungi industri digital dalam negeri, serta memastikan bahwa kerjasama internasional tidak merugikan kedaulatan digital Indonesia. 

SMSI juga menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian digital. Tanpa strategi tersebut, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi perusahaan teknologi global, sementara nilai ekonomi digital justru lebih banyak dinikmati oleh pihak luar.**

Berita terkini

Babinsa Ajak Pedagang dan Pengunjung Pasar Jaga Prokes

Rabu, 10 November 2021 - 11:03:33 WIB

Panitia Pelaksana.Pelantikan Ketua PWI Bengkalis Terbentuk

Senin, 08 November 2021 - 15:55:19 WIB

Babinsa Dampingi Warga Lansia Vaksinasi

Selasa, 09 November 2021 - 12:15:42 WIB

Sertu Khairuddin Mobilisasi Ikut Vaksinasi di Jalan Hangtuah 

Selasa, 09 November 2021 - 12:10:51 WIB

Babinsa dan Vaksinasi Lansia di Masjid Baitul Hikmah

Senin, 08 November 2021 - 10:35:26 WIB

Sertu Edy Priyanto Rutin Edukasi Prokes ke Warga Binaan

Senin, 08 November 2021 - 10:33:40 WIB

Babinsa Sosialisasi Prokes di Jalan  Bintara 

Minggu, 07 November 2021 - 11:51:18 WIB

Babinsa dan Warga Benahi Posko PPKM 

Minggu, 07 November 2021 - 11:49:49 WIB

Komsos ke RT 03 Babinsa Bahas Vaksinasi Pra Lansia/Lansia 

Sabtu, 06 November 2021 - 10:05:09 WIB

Babinsa-Nakes Ajak Warga Lakukan Vaksinasi 

Kamis, 04 November 2021 - 13:06:36 WIB

Komsos ke TK Annur, Babinsa Edukasi Prokes 

Rabu, 03 November 2021 - 10:04:08 WIB

Babinsa Rutin Gelar Edukasi Prokes di Pasar Agussalim

Selasa, 02 November 2021 - 11:07:08 WIB

Babinsa Monitoring Vaksinasi di Puskesmas

Senin, 01 November 2021 - 12:43:31 WIB

Babinsa Bagikan Masker di Pasar Mambo 

Senin, 01 November 2021 - 12:42:01 WIB

Babinsa -Bhabinkamtibmas Ajak Warga Aktifkan Siskamling

Minggu, 31 Oktober 2021 - 11:04:34 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+