Rabu, 22 Januari 2025 - 08:35:30 WIB

Begini cara Kemendikdasmen dan British Council Tingkatkan Kualitas Pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia

JAKARTA,Riaupunya.com -- Kemampuan bahasa Inggris saat ini merupakan sesuatu yang sangat penting dan semakin meningkat dalam mendukung pencapaian akademik dan profesional siswa telah mendorong upaya kolaboratif antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) dan Pemerintah Inggris, melalui British Council.

Sebagai respons terhadap diperkenalkannya kembali bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah dasar, kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat dasar pendidikan bahasa Inggris di sekolah dasar dan menengah dengan meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pengajaran mereka.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, kontribusi Pemerintah Inggris melalui British Council mendukung Kemendikdasmen dalam meningkatkan kompetensi guru bahasa Inggris yang berpeluang dikembangkan lebih lanjut agar memberikan manfaat kepada hingga 180.000 guru bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Kemitraan ini menghasilkan dua inisiatif utama: sebuah studi analisis kebutuhan untuk memahami lebih dalam kebutuhan pengembangan profesional guru Bahasa Inggris yang sudah mengajar di tingkat sekolah dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, dan SMK), serta program uji coba pengembangan profesional berkelanjutan secara daring untuk guru-guru di tingkat tersebut, yang dilengkapi dengan program pengembangan kapasitas untuk pendidik guru.

Studi yang berjudul “Development of Continuing Professional Development (CPD) programme models for in-service primary and secondary English language teachers in Indonesia: Needs analysis – findings and recommendations", menyoroti tantangan utama yang dihadapi oleh para guru serta peluang untuk pengembangan profesional mereka.

Tantangan tersebut mencakup keterbatasan akses ke program Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD), hambatan partisipasi sosial ekonomi dan gender, serta kebutuhan akan peningkatan literasi digital. Data yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur memberikan wawasan dan rekomendasi untuk perumusan kebijakan yang lebih efektif serta desain program CPD yang lebih baik di masa mendatang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan apresiasi dan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini, dengan menyoroti pentingnya studi ini dalam perumusan kebijakan.

Beliau mengatakan, bahwa Kemendikdasmen mencatat terdapat 498 guru dan 34 pendidik guru di seluruh Indonesia telah berhasil dilatih dalam kolaborasi ini.

Tidak hanya itu, ucap Menteri Mu’ti, sebuah laporan analisis telah berhasil disusun yang menyoroti beberapa temuan terkait tantangan dan rekomendasi untuk program peningkatan kompetensi lebih lanjut bagi guru bahasa Inggris di Indonesia.

“Melihat hasil yang baik dari kemitraan antara Kemendikdasmen dan British Council selama satu tahun terakhir, kami berharap kerja sama dapat dilanjutkan untuk menerjemahkan hasil analisis tertulis menjadi solusi yang benar-benar dapat diterapkan untuk memberdayakan para guru bahasa Inggris,” kata Menteri Mu’ti di Jakarta, Selasa 21 Januari 2025.

Pada kesempatan yang sama, Country Director Indonesia and Director South East Asia, British Council, Summer Xia, mengatakan bahwa temuan ini sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan para guru bahasa Inggris dalam mengembangkan kemahiran bahasa Inggris, pengetahuan pedagogis, dan keterampilan mengajar mereka, serta menyoroti pentingnya mengatasi tantangan yang terkait dengan kesetaraan, keterhubungan, gender, literasi digital, sosial ekonomi, dan peluang pendidikan.

“Dengan melakukan hal ini, kami ingin mengupayakan agar semua guru di seluruh Indonesia memiliki kesempatan untuk mengikuti pengembangan profesional berkelanjutan dan memberikan pendidikan bahasa Inggris berkualitas tinggi kepada siswa mereka. Studi analisis kebutuhan ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan program pengembangan profesional guru bahasa Inggris di Indonesia di masa depan," tuturnya.

Sementara itu, Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyimpulkan bahwa Pemerintah Inggris berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan pendidikannya.

“Kemitraan kami dengan British Council dalam inisiatif ini mencerminkan dedikasi kami untuk memperkuat hubungan bilateral dan berinvestasi dalam masa depan Indonesia. Kami yakin bahwa guru bahasa Inggris yang terampil merupakan aset penting bagi kesuksesan siswa dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.**

Berita terkini

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Universitas Riau Peringkat ke-8 Versi “Webometrics”

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seminar KNTSP Hadirkan Ridwan Kamil Sebagai Keynote Speaker

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

66 Orang Dosen UIR Telah Bergelar Doktor

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri: Perguruan Tinggi Ikut Andil Bangun Daerah

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Besok, 1.538 Lulusan UIR Diwisuda

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

PWI Inhil Dukung Program Kelas Inspirasi

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UIR Bekali 1.416 Calon Sarjana Kiat Menghadapi Dunia Kerja

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siswa SD 1 Sidokumpul Belajar Buat Sirop dan Tanam Markisa

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pelaksanaan UNBK, Disdik Hanya Tanggung SMP Negeri

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bawa Pulang Piala, SMAN 4 Borong Dua Juara Sekaligus

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+