Selasa, 11 Juni 2024 - 05:49:13 WIB

Kadis PUPR Sebut Sejumlah Rumah di Pekanbaru sudah Tersambung ke IPAL

Sekda Pekanbaru Indra Pomi dan Kadis PUPR Edward Riansyah saat mendampingi Menteri PUPR RI Basuki dalam kunjungan bersama Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.

PEKANBARU, Riaupunya. com- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edwar Riansyah bersama Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa ikut mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) di jalan Bambu Kuning kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edwar Riansyah mengatakan, Pemko Pekanbaru sudah mengoperasikan sejumlah sambungan rumah (SR) di wilayah NC 1 dan NC 2. Yakni wilayah Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Pekanbaru Kota.

Menurutnya, Pemkot Pekanbaru juga masih terus menambah SR IPAL untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan pengolahan limbah baik di rumah warga, hotel, sekolah, mall dan bangunan lainnya.

"Pengelolaan limbah ini, kalau sudah tersambung, kita harap kota kita lebih bersih. Limbah seperti air bekas cuci piring dan toilet bisa otomatis diolah, sehingga bakteri ecoli dan yang berbahaya untuk lingkungan sudah tidak ada lagi," jelasnya, pada Selasa (11/6/2024).

Sebagaimana diketahui, Peninjauan ini dilakukan sesaat sebelum kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke lokasi SPALDT. Proyek yang telah dimulai sejak tahun 2020 tersebut menelan biaya investasi sebesar Rp902 miliar.

Dalam sambutannya saat peninjauan beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya sistem ini dalam menjaga lingkungan dan kualitas air untuk masa depan Kota Pekanbaru.

“Hari ini masyarakat Kota Pekanbaru memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat untuk mengolah air limbah yang ada di Kota Pekanbaru, menjaga lingkungan air, menjaga kualitas air tanah, menjaga air baku yang kita miliki,” ucap Presiden saat meresmikan SPALDT di Pekanbaru.

Sistem pengelolaan air limbah yang baru ini memiliki kapasitas 8.000 meter kubik per hari dengan potensi untuk terhubung ke 11 ribu sambungan rumah tangga. Ini merupakan langkah besar dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan air dan menjaga lingkungan.

“Ini sangat baik sehingga air baku, kualitas air yang ada di Pekanbaru bisa kita kelola di masa-masa yang akan datang,” ungkapnya.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi kerja sama antara lembaga pemerintah dan bantuan internasional dalam realisasi proyek infrastruktur yang penting ini. Proyek SPALDT ini dibiayai oleh pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kerja mestinya seperti ini, semuanya bergerak sehingga apa yang kita inginkan bisa selesai,” tambahnya.

Dengan diresmikannya sistem ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat Pekanbaru dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

“Saya minta agar infrastruktur pengelolaan air limbah ini betul-betul dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan air di Kota Pekanbaru dan lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” tutur Presiden mengakhiri sambutannya.

Untuk diketahui, IPAL Kota Pekanbaru kini telah beroperasi dengan kapasitas pengolahan limbah sekitar 11.000 kubik limbah perhari, yang dialokasikan melalui Sambungan Rumah (SR) dan 8.000 kubik tinja perhari dari alokasi mobil tinja. ***

Berita terkini

Trump Arang Fauci, Sebut Orang AS Bosan Corona

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:16:32 WIB

Makin Ketat, Pengemudi di Inggris Tak Boleh Pegang Ponsel 

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:14:49 WIB

Babinsa Gelar Komsos dan Cek Peralatan Prokes

Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:50:22 WIB

Pemilu 2019, KPU Pekanbaru Mulai Merakit Kota Suara

Senin, 18 Februari 2019 - 13:50:56 WIB

Jika Jadi Gubri, LE akan Cabut Pergub Tentang BBM

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Seruan KAHMI Untuk Pilgub DKI Rabu Lusa

Senin, 17 April 2017 - 00:00:00 WIB

Fahri Ngotot Ajukan Hak Angket Kasus e-KTP, ini Kata KPK

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika Kotak Kosong Jadi Pemenang di Pilkada Serentak 2017

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

KPUD DKI Terus Bersiap Diri Jelang Putaran Kedua Pilgub

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus Gizi Buruk di Pelalawan Cendrung Meningkat

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Panpem Wagubri Belum Terbentuk, Ini Alasan DPRD Riau

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial