Jumat, 06 Januari 2023 - 08:25:57 WIB

Dosen Unilak Beri Penyuluhan

Antisipasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Berdayakan Tim Penggerak PKK

Penyerahan plakat dan Kalendar dari Dosen Universitas Lancang Kuning Sudaryanto MSi kepada Kepala Desa Keranji Guguh, Nurihwan Andi Nugroho.

RiauPunya.com -- Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian masyarakat, Kamis 5 Januari 2023 dilaksanakan penyuluhan di Desa Keranji Guguh Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak.

Penyuluh terdiri atas dosen yakni Dr Hj Hernimawati MSi, Dr Hj Surya Dailiati MSi dan Sudaryanto MSi serta mahasiswa, Jeni Saputri. Kegiatan dilaksanakan di aula desa.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kampung (desa) Keranji Guguh, Nurihwan Andi Nugroho dan dihadiri Ketua Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) beserta anggota.

Dalam sambutannya Nurihwan mengajak ibu-ibu untuk senantiasa mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga dengan cara berpakaian dan berhias yang sopan sehingga tidak menimbulkan keinginan orang lain untuk berbuat maksiat.

“Misalnya ibu-ibu idealnya, berdandan yang menarik di depan suami, jangan malah di luar sehingga menarik orang untuk berkeinginan yang tidak benar. Apalagi sampai pakaian yang terbuka. Begitu juga dengan anak-anak mesti diingatkan dengan kemajuan zaman dan teknologi jangan mengikuti pola pergaulan dan perilaku yang tidak sesuai dengan bangsa, negara dan agama,” kata Nurihwan.

Sementara Sudaryanto, dalam kesempatan ini mengatakan sebenarnya potensi atau kasus kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di kota tapi juga di desa. Oleh karena itu masyarakat desa khususnya perlu dibekali agar terhindar dari hal tersebut.

Bahkan berdasarkan informasi di media cetak, elektronik dan sosial, kasus-kasus yang terjadi juga sampai di lembaga pendidikan dan kantor pemerintah dan swasta, tidak hanya dalam pergaulan.

“Informasi yang kita terima misalnya saat peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan beberapa waktu lalu yang datang ke kampus, kasus-kasus yang terjadi menyebabkan beberapa hal seperti depresi, bunuh diri, berhenti bekerja, berhenti sekolah, tidak mau bergaul,” papar Sudaryanto.

Menurut Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, PBB, pasal 1, imbuhnya, kekerasan terhadap perempuan adalah segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi atas dasar perbedaan jenis kelamin yang mengakibatkan atau akan mengakibatkan rasa sakit atau penderitaan terhadap perempuan termasuk ancaman, paksaan, pembatasan kebebasan, baik yang terjadi di arena publik maupun domestik.

Bentuknya berupa kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, penelantaran ekonomi. Oleh karena itu khususnya kaum perempuan di rumah atau di luar rumah, di kampus atau di tempat kos, mesti senantiasa dipantau secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung bisa dengan datang bertatap muka, tidak langsung bisa menggunakan handphone.

“Antisipasi dapat juga dilakukan dengan penguatan peran dan fungsi Tim Penggerak PKK dengan memberikan pemahaman tentang budaya Indonesia, agama, moral. Suami bertanggung jawab kepada isteri, isteri bertanggung jawab kepada anak-anak. Respon terhadap keluarga, respon terhadap isteri, respon terhadap anak. Memberikan dukungan kepada korban jika ada, harapannya tentu tidak ada. Memberikan pendampingan kepada korban bukan sebaliknya penghinaan.

Kemudian imbuh Sudaryanto, jika ada yang menjadi korban mesti melapor kepada pihak yang berwenang agar tidak teraniaya atau terzalimi selamanya. Korban tidak boleh mendiamkan apa yang terjadi pada dirinya. Harus ada upaya penguatan diri, melapor kepada orang tua, teman, pihak berwenang dan tetap berdoa kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini Sudaryanto juga mengajak kaum perempuan agar meningkatkan pendidikan sehingga paham dengan perkembangan zaman dan teknologi, memiliki pengetahuan yang luas. Bagi yang sudah menyelesaikan Pendidikan SMA sederajat ia mengatakan untuk berkuliah di Universitas Lancang Kuning karena memiliki berbagai program studi.

“Universitas Lancang Kuning sebagai kampus kebanggan masyarakat Riau perlu menjadi wadah masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dan karir. Apalagi saat ini sudah banyak mahasiswa yang berprestasi sejak kuliah di Universitas Lancang Kuning. Kemudian lulusan yang dihasilkan juga sudah berkarir, bekerja di dunia pemerintahan maupun non pemerintahan,” pungkasnya. (dar)

Berita terkini

Badan Hukum dan Etika Unilak Studi Banding Ke Unisba

Jumat, 07 September 2018 - 00:00:00 WIB

Besok, Duaribuan Mahasiswa Baru Unilak akan mengikuti Pamaba

Kamis, 06 September 2018 - 00:00:00 WIB
Peksimida Riau 2018

Lomba Bakat Seni Diselenggarakan di FKIP UIR

Kamis, 06 September 2018 - 00:00:00 WIB

Sandiaga Uno Beri Kuliah Umum Dihadapan 7.000 Mahasiswa UIR

Selasa, 04 September 2018 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Motivasi Santri Ponpes Nikmatullah Kasikan

Senin, 03 September 2018 - 00:00:00 WIB

Delapan SMA di Pekanbaru Ikuti Debat Kebangsaan di UIR

Sabtu, 01 September 2018 - 00:00:00 WIB

UnilakTuan Rumah Pekan Seni Mahasiswa Daerah Riau 2018

Rabu, 29 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Perkuat Program Reformasi Birokrasi, ini yang Dilakukan Unri

Selasa, 28 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Joint Summer Program Unri dan Kobe University di Bengkalis

Senin, 20 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Unri Lakukan hal ini

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Dosen UIR Diundang Upacara 17 Agustus di LLDIKTI

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Cara Unilak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Selasa, 14 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

50 Mahasiswa Unilak di Latih Kewirausahaan

Senin, 13 Agustus 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+