Hadirkan Doktor dari Unand dan UNP
Unilak Gelar Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI MBKM
RiauPunya.com -- Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menaja lokakarya penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM), yang berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis ( 26-27 Oktober 2022) di hotel Bono Pekanbaru.
Tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi perguruan tinggi, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Luarannya untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Lokakarya di hari pertama menghadirkan narasumber Dr Apt Syofyan M Farm, Kepala UPT Pembelajaran di Luar Kampus Universitas Andalas, hari kedua Dr Muhammad Adri SPd MT, dari Universitas Negeri Padang.
Lokakarya dibuka oleh Wakil Rektor I Unilak Dr Zamzami MKom, turut hadir saat acara pembukaan Wakil Rektor III Dr Bagio Kadaryanto SH MH, Kepala Program MBKM Unilak Ambar Tri Ratnaningsih S Hut MSi, Kepala BPM Unilak Bayu Febriadi, MKom, dosen dan Kepala Biro di Unilak, dan sebagai moderator Sri Wahyuni SPd MPd.
Dalam sambutannya Zamzami memberikan apresiasi kepada tim MBKM Unilak yang telah mampu mengadakan kegiatan lokakarya. Lokakarya diadakan sebagai implikasi Unilak meraih hibah MBKM dari Dikti.
Dikatakan Zamzami, lokakarya ini merupakan rangkaian kegiatan MBKM yang diadakan Unilak setelah beberapa watku lalu mengadakan kegiatan workshop, seminar, dan lainnya.
Lokakarya ini dikhususkan untuk panduan penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal yang berkaitan dengan MBKM. Kita(Unilak) ingin memiliki panduan MBKM yang baik khususnya SPMI. Tentunya kita perlu masukan, tata cara, bagaimana pengembangan SPMI MBKM dari narasumber.
"Saya mengharapkan kita semua mengikuti lokakarya, mudah-mudahan hadirnya Dr Syofyan penjaminan mutu Unilak bisa kita selesaikan dengan tepat waktu, dan beberapa bulan lagi kita harus melaporkan. Beberapa kegiatan MBKM harus kita kerjakan dan segerakan. Kita harapkan dapat menciptakan hasil yang mengembirakan bagi kita (Unilak)." ujar Zamzami.
Sementara, Dr Syofyan diawal pemaparannya menyebutkan bahwa inti kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, adalah hak belajar tiga semester di luar program studi. Ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.
"Kita ingin kampus merdeka yang kita cita-cita itu dapat terwujud,"
Pelaksanaan lokakarya berlangsung dengan sesi tanya jawab, beberapa dosen Unilak menanyakan bagaimana pengalaman Universitas Andalas dalam menjalan program MBKM baik program magang mahasiswa, penyesuaian SKS, dan dalam penyusunan dokumen SPMI. (rls)












































