Selasa, 27 April 2021 - 15:10:03 WIB

Resmi Diluncurkan, Pikobar Muat Data Keterisian Rumah Sakit

Riaupunya.com — Keterbukaan data keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 merupakan salah satu upaya mempermudah masyarakat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Data tersebut penting juga sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Untuk merilis data keterisian rumah sakit, Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan BOR (Bed Occupancy Rate) Dashboard Jabar dalam Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar) secara virtual, Selasa 27 April 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Setiaji menuturkan, BOR Dashboard Jabar diluncurkan untuk memberikan informasi kepada publik mengenai keterisian tempat tidur di 380 rumah sakit di Jabar.

“Informasi ini (keterisian rumah sakit) dapat membantu penanganan Covid-19 di Jabar dan meningkatkan awareness terkait pandemi Covid-19 dari tingkat keterisian rumah sakit,” kata Setiaji.

Sumber data yang digunakan BOR Dashboard Jabar adalah data RS Online dari Kementerian Kesehatan yang disesuaikan dengan kategori Dinas Kesehatan Jabar. Data diperbarui secara harian (tidak realtime).

Terdapat enam kategori tempat tidur (TT) dalam BOR Dashboard Jabar. Pertama adalah kategori hijau atau kategori tanpa gejala-gejala ringan. Kategori ini merupakan tempat isolasi tanpa tekanan negatif.

Kategori selanjutnya adalah kategori kuning atau gejala ringan-gejala sedang dengan isolasi tekanan negatif. Kemudian kategori merah atau gejala berat dengan ICU tekanan negatif dan ventilator. Selain itu, BOR Dashboard Jabar menampilkan data keterisian ruang intensif, IGD, dan ruang bersalin.

Data yang disajikan BOR Dashboard Jabar pun sangat spesifik. Selain menampilkan tingkat keterisian secara provinsi, BOR Dashboard Jabar menampilkan data per wilayah/zona maupun kabupaten/kota. Data keterisian setiap rumah sakit pun ditampilkan. Hal itu memudahkan masyarakat dalam melakukan pencarian.

“BOR Dashboard Jabar melengkapi data-data penanganan Covid-19 dalam Pikobar. Perkembangan penanganan Covid-19 perlu juga melihat keterisian tempat tidur di rumah sakit,” ucap Setiaji.

Setiaji mengatakan, akurasi data keterisian tempat tidur dipengaruhi pula oleh kedisiplinan rumah sakit dalam memperbarui data ke RS Online.

“Data dari RS Online. Kami sudah mengintegrasikan, mengambil, dan mengolah data tersebut. Nanti, kuncinya adalah rekan-rekan dari rumah sakit yang meng-update data ini supaya dapat diakses masyarakat,” tuturnya.

Pernyataan senada dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Dewi Sartika. Menurutnya, BOR Dashboard Jabar dapat menjadi sumber terpecaya apabila rumah sakit konsisten dan berkomitmen memberikan data terbaru soal keterisian tempat tidur.

“Kami merasa yakin dengan mengakses keterisian tempat tidur betul-betul tidak bisa dikerjakan oleh IT, tapi SDM yang berada di rumah sakit yang secara berpengetahuan, berkompetensi, dan bertanggung jawab memberikan data terbaik,” ucap Dewi.

Dewi menyatakan, BOR Dashboard Jabar ini menjadi bukti transparansi dalam penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat pun dapat lebih mudah mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

“Komunikasi pemerintah dengan petugas layanan kesehatan dan masyarakat dapat tersambung dengan baik melalui BOR Dashboard Jabar ini,” katanya.(Humas Jabar)

Berita terkini

Italia Bakal Umumkan Karantina Wilayah yang Baru

Senin, 02 November 2020 - 09:59:39 WIB

Babinsa Kota Tinggi Gelar Protokol Kesehatan di MP

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 10:42:16 WIB

Indonesia Kecam Presiden Prancis Macron soal Hina Islam

Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:32:38 WIB

Aktivis Tuduh Raja Thailand Memerintah dari Jerman

Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:31:24 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Gegara Gelombang 2 Covid-19

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:44:29 WIB

Satgas Covid-19 Soroti Daerah Tak Gerak dari Zona Oranye

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:23:51 WIB

Usai Berbagi Kuota Internet Babinsa Bagi-bagi Masker 

Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:59:55 WIB

Babinsa Kelurahan Kotabaru Bagikan Masker ke Warga 

Senin, 26 Oktober 2020 - 09:15:21 WIB

Prancis Panggil Diplomat Usai Erdogan Sindir Mental Macron

Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:13:21 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+