Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:23:51 WIB

Satgas Covid-19 Soroti Daerah Tak Gerak dari Zona Oranye

RIAUPUNYA--Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah lebih fokus dan bekerja keras menangani kasus Covid-19 di daerahnya masing-masing supaya zona risiko wilayah membaik.

Ini lantaran sejumlah daerah terpantau tidak kunjung bergerak dari zona risiko sedang.

"Kami harap pemerintah daerah keluar dari zona nyaman ini, dan bekerja lebih keras lagi agar keluar dari zona risiko sedang atau zona oranye dan berpindah ke zona kuning maupun hijau," ujar Wiku dilansir dari laman resmi #SatgasCovid19, Rabu (21/10).

Padahal, zona risiko sedang bukanlah kondisi yang baik. Kendati bukan zona risiko tinggi, zona risiko sedang tetap berbahaya karena masih mencatatkan jumlah kasus aktif Covid-19 setiap harinya dan berpeluang menular ke masyarakat lain.


Tanpa Perubahan

Peta zonasi risiko secara mingguan per 18 Oktober 2020 menunjukkan selama 5 bulan terakhir terlihat kemajuan penanganan Covid-19 di kabupaten/kota. Hanya saja, banyak daerah yang berada di zona oranye tersebut berada di 'zona nyaman'.

"Karena dalam 5 minggu terakhir sebagai besar kabupaten/kota di Indonesia masih tidak bergeser dari zona risiko sedang atau zona oranye. Kami harap dapat bergeser ke zona kuning atau zona hijau," tegasnya.

Wiku juga menyayangkan tambahan sebanyak 35 kabupaten/kota yang berpindah zonasi dari risiko rendah (zona kuning) ke risiko sedang (zona oranye).

Daerah-daerah tersebut yakni ialah Aceh Timur, Nias Selatan, Bengkulu Utara, Tulang Bawang, Pesawaran, Tulang Bawang Barat, Bangka Belitung, Belitung, Bangka Barat, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, dan Kota Tasikmalaya.

Kemudian, Sumbawa, Lombok Utara, Sumba Barat, Nagekeo, Nunukan, Kota Tarakan, Tolitoli, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, Banggai Laut, Morowali Utara, Kepulauan Selayar, Wajo, Luwu, Muna, Wakatobi, Kolaka Timur, Mamuju Tengah, Seram Bagian Barat, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Puncak Jaya.

Secara keseluruhan, ujar Wiku, sebaran daerah zona kuning (rendah) naik dari 100 menjadi 113 kabupaten/kota.

Sementara itu, wilayah yang tidak ada kasus baru naik dari 11 menjadi 12 kabupaten/kota.

Begitu juga daerah tidak terdampak juga menurun dari 14 menjadi 13 kabupaten/kota. Dengan begitu, daerah dengan zona hijau per 18 Oktober 2020 berada di 25 kabupaten/kota.


Dia menerangkan bahwa penetapan zona risiko wilayah yang terdampak pandemi Covid-19 dilakukan berdasarkan indikator kesehatan masyarakat yang terdiri atas indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan.

"Saat ini indikator yang digunakan tetap berjumlah 14 indikator. Namun dari analisis perkembangan penanganan Covid-19 terkini, dibutuhkan perhatian yang lebih besar pada indikator-indikator tertentu sehingga dilakukan penyesuaian skoring dan pembobotan," ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa saat ini yang lebih diutamakan indikatornya pada kasus aktif, kesembuhan, dan kematian pasien Covid-19 dalam suatu wilayah.

Hal ini bertujuan agar kabupaten/kota fokus utamanya untuk menekan kasus aktif, meningkatkan kesembuhan, dan menekan angka kematian agar zona risikonya dapat berubah menjadi lebih baik.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Usai Berbagi Kuota Internet Babinsa Bagi-bagi Masker 

Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:59:55 WIB

Babinsa Kelurahan Kotabaru Bagikan Masker ke Warga 

Senin, 26 Oktober 2020 - 09:15:21 WIB

Prancis Panggil Diplomat Usai Erdogan Sindir Mental Macron

Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:13:21 WIB

Bom ISIS Tewaskan Belasan di Tempat Pendidikan Afganistan 

Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:11:49 WIB

Jumat Berkah, Babinsa Bagikan Masker di RTH Kaca Mayang

Jumat, 23 Oktober 2020 - 11:50:32 WIB

Bupati Kampar Bedah Tiga Unit Rumah Warga di Sungai Tonang

Senin, 19 Oktober 2020 - 19:12:25 WIB

UEA Ingin Percepat Buka Kedubes di Israel 

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:15:49 WIB

AS Jerat 6 Perwira Intelejen Militer Rusia Diduga Peretas

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:13:56 WIB

Dirut Bank Mandiri Ditetapkan dalam RUPS-LB Hari Ini 

Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:09:41 WIB

Perkembangan Pembahasan Stimulus AS Angkat Harga Minyak 

Rabu, 21 Oktober 2020 - 08:58:00 WIB

Babinsa Kelurahan Tanahdatar Kawal Tim Nakes Gelar Tes Swab

Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:50:26 WIB

Babinsa Imbau Pengunjung RTH Kaca Mayang Gunakan Masker

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:54:04 WIB

Bekas Satelit Rusia dan Roket China Tabrakan Pagi Ini

Jumat, 16 Oktober 2020 - 07:53:46 WIB

Pemerintah Masih Tetapkan 28 dan 30 Oktober Cuti Bersama 

Jumat, 16 Oktober 2020 - 07:50:07 WIB

Nota Pembelaan Amril Mukminin Menebus Khilaf dengan Ikhlas

Kamis, 15 Oktober 2020 - 23:47:10 WIB

Pendaftar Kartu Pra Kerja Gelombang 10 Capai 35,1 Juta 

Senin, 12 Oktober 2020 - 08:43:07 WIB

Manfaat Minum Susu: Tinggi Kalsium Hingga Kuatkan Imun Tubuh

Senin, 12 Oktober 2020 - 08:40:35 WIB

Babinsa Kelurahan Sukaramai Komsos ke Warga di Jalan Karet 

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 09:02:24 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+