Jumat, 27 November 2020 - 07:46:10 WIB

70 Daerah Ajukan Utang Rp 56,75 T ke Sri Mulyani 

RIAUPUNYA--Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat 70 pemerintah daerah (pemda) mengajukan pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Total usulan pinjaman tersebut senilai Rp56,75 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti merincikan pengajuan tersebut terdiri dari 15 provinsi senilai Rp39,62 dan 11 kota sebesar Rp3,54 triliun. Selanjutnya, 44 kabupaten dengan total pengajuan pinjaman mencapai Rp13,59 triliun

"Sehingga total semuanya ada 70 daerah dengan total Rp56,75 triliun," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI, Kamis (26/11).


Ia menuturkan pinjaman daerah tersebut bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara nasional turun karena pandemi covid-19 melumpuhkan roda ekonomi daerah.

Pada Oktober 2020, PAD secara nasional sebesar Rp194,36 triliun, atau turun 14,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp228,24 triliun. Selain lesunya kegiatan ekonomi, penurunan PAD juga dipicu program refocusing dan realokasi anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp92 triliun.

Namun, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemda untuk mendapatkan pinjaman tersebut. Pertama, merupakan daerah terdampak pandemi. Kedua, memiliki program atau kegiatan pemulihan ekonomi daerah yang mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kita tahu PEN pemerintah pusat mulai dari sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan ekonomi, ini tentu harus terkait dengan program tersebut," tuturnya.

Ketiga, jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 persen dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. Keempat, memenuhi nilai rasio kemampuan keuangan.

Bagi pemda yang memenuhi syarat tersebut dipersilahkan untuk mengajukan proposal pinjaman kepada pemerintah. Untuk pengajuan proposal pinjaman di 2020 akan segera ditutup pada pekan terakhir November 2020.

"Karena biasanya nanti digunakan untuk menutup pembiayaan proyek-proyek yang sebetulnya sudah jalan dan kami tutup untuk minggu terakhir November. Untuk 2021, nanti permohonan paling lambat Juli," katanya.

Berita terkini

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Desa Kedor Ruapt utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Layani Warga Dengan Baik

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Roby Cahyadi Pimpin KNPI Inhil

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+