Jumat, 09 Oktober 2020 - 03:51:01 WIB

Armenia Tuduh Pasukan Azerbaijan Tembaki Gereja Bersejarah 

RIAUPUNYA‐‐ Armenia menuduh pasukan Azerbaijan menembaki sebuah gereja yang memiliki nilai sejarah bagi penduduk hingga hancur.

Gereja itu ialah Katedral Ghazanchetsots (Juruselamat Suci), sebuah situs ikonik untuk Gereja Apostolik Armenia. AFP melaporkan ada lubang menganga di atap bangunan tersebut.


Puing-puing berserakan di lantai, bangku-bangku roboh dan interiornya tertutup debu. Selain itu, bagian atap yang terbuat dari logam telah runtuh dan jatuh ke tanah di luar bangunan.

"Musuh Azerbaijan menyerang simbol Shushi-Katedral Ghazanchetsots," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan di Telegram, Kamis (8/10/2020).

Namun Azerbaijan membantah pasukannya telah menembaki gereja bersejarah di kota Shusha Nagorno-Karabakh itu.

"Informasi tentang kerusakan gereja di Shusha tidak ada hubungannya dengan tindakan militer tentara Azerbaijan," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan.

Warga lokal, Simeon menyayangkan kejadian tersebut. Dia bertanya mengapa bisa tempatnya turut diserang oleh pasukan bersenjata, padahal semua penduduk di tempat itu adalah warga sipil.


"Tidak ada tentara di sini, tidak ada yang strategis di sini, bagaimana Anda bisa menargetkan gereja," ucap Simeon. "Itu adalah katedral yang sangat penting bagi orang Armenia. Tuhan akan menjadi hakimnya," tuturnya.

Adapun katedral yang telah hancur itu dibangun antara tahun 1868 dan 1887. Orang-orang Armenia menganggapnya sebagai suatu yang sangat simbolik.

Pada 1990, tempat itu juga sempat menjadi sasaran keributan antara Armenia dan Azerbaijan. Di mana Nagorno-Karabakh masih berada di bawah kendali Azerbaijan. Saat itu, Katedral digunakan sebagai tempat penyimpanan roket Grad oleh pasukan Azerbaijan.


Nagorno-Karabakh kini telah memisahkan diri dan pemerintahannya dijalankan oleh etnis Armenia. Namun dunia internasional belum mengakui wilayah tersebut sebagai wilayah mandiri.

Di masa lainnya, tepatnya 1992 roket menghujani ibu kota daerah Stepanakert dari Shusha, menewaskan ribuan orang dan Katedral kembali kena imbasnya.

Ketika pasukan separatis menguasai Shusha dan seluruh Karabakh, Katedral pun dipulihkan dan menjadi situs penting bagi pengunjung dari Armenia serta penduduk aslinya.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Pemprov Riau Raih Prestasi Tertinggi Pengelola Media Center

Selasa, 28 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Suparman Disambut Ribuan Masyarakat di Islamic Center Rohul

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Incar Investasi, Rombongan Raja Salman akan Gerilya ke Daerah

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Disperindag Sebut Peminat Daging Sapi di Pekanbaru Masih Tinggi

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemko Pekanbaru Targetkan Tanam 15 Hektare Cabai Keriting

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gara-gara hal ini, Anggota DPRD Dumai Gaduh

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan JK

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau Ajak Masyarakat Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DBD Capai 99 Kasus, DPRD Salahkan Pemko Pekanbaru

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tengku Azwendi : Masyarakat Minta Pembangunan Jalan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Traffic Light Bundaran Jaya Mukti tak Berfungsi

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejumlah Desa Monopoli Biaya Pemasangan Kwh Lisdes

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Serahkan Urusan Freeport ke Jonan

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fitur Anyar WhatsApp: Pajang Status Foto Atau Video

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial