Rabu, 20 Februari 2019 - 21:55:58 WIB

Wujudkan Transportasi Cerdas

Harus ada Kesatuan Antara Regulasi, Sistem Aplikasi dan Masyarakat

Riaupunya.com -- Guna mewujudkan transportasi yang baik, mudah, nyaman dan cerdas bagi masyarakat, harus ada kasatuan yang kuat antara regulasi yang dibuat oleh pemerintah dengan sistem aplikasi (pelaku usaha) dan masyarakat. Tanpa ada kesatuan regulasi, dengan aplikasi, susah mewujudkan transportasi yang lebih baik.

Demikian dikatakan Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia Noni Purnomo saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional Nasional, Bright Future of Civil Engineering 2.0, Rabu 20 Februari 2019 di Auditorium Fakuktas Hukum Universitas Islam Riau (UIR).

Dijelaskan, masyarakat sebagai penguna transportasi menjadi bagian penting. Walaupun teknologi cangih, solusi yang ditawarkan ada, tapi kesadaran masyarakatnya rendah juga tidak akan berjalan dengan baik

"Ya harus ada kesatuan yang kuat, baik dari regulasi pemerintah dan aplikasi dari pelaku usaha dan masyarakat sebagai penguna transportasi menjadi kesatuan, saya optimis transportasi yang baik cerdas mudah, efesian akan dinikmati oleh masyarakat," kata Noni.

Noni juga mengatakan, ITS sebagai organisasi untuk mendorong memberikan masukan pemikiran untuk kemajuan transportasi indonesia lebih baik lagi. Ada kebijakan konsep yang diberikan untuk pemerintah seluruh kabupaten kota. Ini artinya harus ada kesamaan yang ditawarkan dan tidak jalan sendiri sendiri.

Hal yang sama juga dikatakan Dekan Fakultas dan Desain Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Jakarta, Resdiansyah ST, MT IPM, bahwa saat ini belum ada master plan transportasi sehingga kabupaten/kota berjalan sendiri sendiri dengan konsep yang dibuatnya. Inilah salah satu keberadaan ITS untuk merangul semua pihak baik itu pemerintah, pelaku usaha, memberikan nasehat kebijakan kepada pemerintah. ITS bukan penyedia aplikasi tetapi membantu pemerintah, ini loh sistem yang kami tawarkan," kata Resdiansyah

Dekan FT UIR Ir H Abdul Kudus Zaini MT, MS TR mengungkapkan Seminar Nasional, Bright Future of Civil Engineering 2.0, bisa memberikan kontribusi dan masukan dalam mewujudkan kota yang cerdas. Sebab, dalam mewujudkan kota cerdas salah satu yang diperhatikan ya masalah transportasi bagaimana sistem terkoneksi dengan baik apakah itu regulasi dari pemerintah dan aplikasinya ." Jadi seminar ini penting dalam smars city terutama bagi Kota Pekanbaru, " kata Abdul Kudus.

Wakil Rektor 1 UIR, Dr Syafhendri yang mewakili Rektor saat membuka kegiatan tersebut mengatakan seminar nasional ini harus ditindaklanjuti sebagai masukan bagi pemerintah daerah. Apalagi nara sumber yang dihadirkan sangat kompeten dibidangnya.

Ketua Panitia Seminar Muchammad Zaenal Muttaqin ST, MSc, peserta seminar terdiri dari mahasiswa dan umum. Hasil dari seminar ini ada panduan kongkrit bagi pemerintah dalam mewujudkan smars city dan langkah langkah terobosan yang dijalankan. Selain seminar, juga diadakan penandatanganan MoU antara UIR dengan Universitas Pembangunan Jaya ( UPJ) Jakarta dan FT UIR dengan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia. (rls)

Berita terkini

Juni 2017, Riau Inflasi 0,27 Persen

Senin, 03 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

SK BNK Bengkalis Belum Ditanda Tangani Bupati

Senin, 26 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

H-7, Perusahaan Sudah Harus Bayarkan THR

Rabu, 14 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Jelang Mudik, Fasilitas Pelabuhan Dumai Dibenahi

Rabu, 14 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Mendag Warning Pedagang Bawang Putih

Senin, 12 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+