Minggu, 30 Desember 2018 - 00:00:00 WIB

Pengabdian Kepada Masyarakat

Tiga Dosen Unilak Bimbing Remaja Hasilkan Rupiah dari Sampah


Riaupunya.com -- Sampah botol plastik yang banyak ditemukan di tempat sampah dan pinggir jalan menjadi salah satu persoalan di sejumlah kota besar, termasuk di Pekanbaru, karena sangat sulit hancur secara alamiah, dan botol plastik dianggap tidak memiliki nilai.

Namun di tangan tiga Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) yakni Ir. Surtinah, MP, Dra.Seprita Lidar, MSi dan Trisia Wulantika, SP, MP, secara jeli melihat peluang kreatif, bisnis dan memiliki nilai jual tinggi dari limbah botol plastik bila di daur ulang.

Dengan menggandeng kelompok remaja yang ada di lingkungan kampus Unilak, Tiga dosen ini melakukan pengabdian masyarakat Untuk membantu para remaja agar memiliki peluang berwirausaha yang dilakukan Sabtu 29 Desember 2018 mereka memberikan pelatihan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berjudul daur ulang botol plastik air mineral menjadi bunga imitasi, bros baju, yang memiliki nilai jual tinggi pada kelompok remaja di lingkungan kampus unilak.

Menurut salah satu dosen Surtinah saat dihubungi Ahad 30 Desember 2018 mengatakan, sampah merupakan barang yang dianggap tidak berguna lagi yang berasal dari hasil kegiatan manusia berupa bahan organik maupun anorganik yang dapat terurai maupun yang tak dapat terurai.

Sampah anorganik yang banyak ditemui saat ini khususnya di lingkungan kampus adalah sampah botol plastik, kegiatan daur ulang merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah.

Padahal pengelolaan sampah yang dilakukan secara baik akan dapat menciptakan dampak komersil sehingga dapat menjadi suatu usaha yang menguntungkan.

"Harga Brossnya kita jual 5000 sangat cocok untuk souvenir pernikahan, sedangkan bunga imitasinya 1 rangkaian untuk ucapan selamat wisuda atau yang lainnya dijual Rp. 50.000.
Dengan banyaknya limbah botol plastik, jika terus di pasarkan dan dikembangkan maka para remaja tadi bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan memiliki wirausaha. Pemasarannya bisa dilakukan saat pameran,bazar maupun acara wisuda,"ujar Surtinah.

Surtinah berharap dari kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada kelompok remaja untuk dapat berwirausaha, mengajukan usulan proposal PKM (program kreativitas mahasiswa) dan lain lain.

"Tujuan akhirnya tentu kita berharap kelompok remaja yang kita bina ini bisa terus termotivasi untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan dasar untuk di daur ulang yang tentunya akan mencegah mereka dari pelilaku negatif dan bahkan mampu menghasilkan rupiah dari sampah plastik ini," pungkasnya. (rls)

Berita terkini

378 Mahasiswa Peserta KKN STIE-I Resmi Dilepas

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tahun ini Gedung Unisi Akan Difungsikan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tak Ada Jembatan, Saban Hari Pelajar Seberangi Sungai

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fakultas Teknik Universitas Asahan Kunjungi Fakultas Teknik UIR

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Komitmen UR Terhadap Pemeliharaan Lahan Gambut Riau

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

SMPN 30 Pekanbaru Optimis Raih Akreditasi A

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UKK SMK MUTU, Algafar: Dua Jurusan Dipercepat

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

76 Orang ASN UR Ikuti Tes Promosi Jabatan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Universitas Riau Peringkat ke-8 Versi “Webometrics”

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seminar KNTSP Hadirkan Ridwan Kamil Sebagai Keynote Speaker

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+