Rabu, 14 November 2018 - 00:00:00 WIB

Komite III DPD RI: Perlu Regulasi Untuk Memberdayakan Lanjut Usia

Riaupunya.com -- Komite III DPD RI mengungkapkan pentingnya peran pemberdayaan lanjut usia dalam kehidupan berbangsa, pada Rapat Dengar Pendapat dengan Pakar Sosiologi Universitas Indonesia Dr. Erna Karim membahas Inventarisasi RUU kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia). Ruang Rapat Komite III Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta. Rabu 14 Nopember 2018.

Pemberdayaan Lanjut Usia mengacu pada Undang-Undang Nomer. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 42. Bahwa isinya membutuhkan peran aktif dari negara untuk menumbuhkan kemampuan berpartisipasi dan peran sosial dari kaum lanjut usia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Perlu ada perbaikan regulasi untuk meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan lanjut usia. Disamping itu, perlu perhatian dan perlakuan khusus kepada lanjut usia dalam pelaksanaan pembangunan. Lanjut usia masih bisa diberdayakan dalam membantu pembangunan. Oleh karena itu, perlu regulasi yang menjadi pijakan,” ungkap Wakil Ketua Komite III Novita Anakota saat membuka rapat.

Senada dengan hal itu, Pakar Sosiologi Universitas Indonesia Dr. Erna Karim mengakui bahwa peran negara sangat besar untuk mengedepankan program pro lansia berkaitan dengan kemiskinan, pengetahuan, ketrampilan, materi, relasi sosial, ketelantaran dan perlindungan.

“Pandangan konsep RUU ini nantinya perlu diperbaiki, memang benar bahwa usia tua sebagai proses alamiah, akan tetapi kaum lansia jangan disingkirkan tapi harus berdaya, mandiri, dan berkontribusi. Jika hanya hanya siklus alamiah hanya akan menjadi beban Negara nantinya. Selain itu, upaya preventif bisa dilakukan dalam proses sosialisasinya melalui agen-agen sosial, melalui media, keluarga dan institusi terkait dan memperbaharui regulasi dari pemerintah,” jelas Erna.

Berkaitan dengan hal itu, Senator DIY Afnan Hadikusumo mengingatkan bahwa pentingnya regulasi itu karena diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia akan bertambah menurut data Badan Pusat Statistik menjadi 48,2 juta jiwa pada tahun 2035.

“Dulu tahun 70-an ada istilah baby booming maka pemerintah pada saat itu menggalakan program keluarga berencana untuk menekan angka pertumbuhan penduduk. Dan hasilnya pada tahun 2035 nanti adalah hasil dari baby booming itu ini yaitu memasuki era penuaan/ ageing population dan ini harus menjadi fokus perhatian pemerintah dalam menetapkan strategi pembangunan ke depan,” tukas Afnan.

Komite III DPD RI menilai saat ini fokus perhatian pemerintah kepada lansia masih kepada pelayanan kesehatan. Lansia bisa diberdayakan untuk membantu program pembangunan disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman mereka. Fokus perhatian dalam Undang-Undang Kesejahteraan Lansia nantinya akan kemiskinan, keterlantaran dan faktor perlindungan. (rls/mas)

Berita terkini

7 Agustus, PPP Buka Pendaftaran Calon Gubernur

Senin, 31 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Tak Buka Penjaringan Cagubri, LE Kecewa Kepada Golkar

Senin, 24 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Tatib Baru Dewan Tunggu Proses Kemendagri

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Achmad Deklarasi Maju Pilgubri 2018

Senin, 10 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Besok, 93 Desa di Bengkalis Gelar Pilkades Serentak

Senin, 10 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

4 Komisi di DPRD Pekanbaru, Segera Dirotasi

Kamis, 06 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

SK PAW Rosfian Diproses Mendagri

Senin, 19 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Pleno DPW, Tentukan Nasib Ketua DPD PAN Pekanbaru

Senin, 12 Juni 2017 - 00:00:00 WIB
Tanpa Mahar

Juni Ini, PAN Buka Pendaftaran Pilgubri 2018

Selasa, 06 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Pergantian Pimpinan DPRD Riau Masih Tunggu SK Mendagri

Senin, 05 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika DPR Ingin Tambah 19 Kursi Anggota

Rabu, 17 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+