Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Kelangkaan Premium

Legislator Riau Tuding Pertamina tak Paham Situasi

Foto:net

Riaupunya.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menilai alasan yang disampaikan Pertamina dan BPH Migas merupakan sebagai bentuk ketidakpahamannya terhadap kondisi yang terjadi dalam masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Premium di Riau.

Pasalnya, kelangkaan memang terjadi dikarenakan stok yang tidak mencukupi dan dewan menilai pihak pertamina bermain intrik dengan hal tersebut supaya tidak disalahkan dengan kelangkaan bbm premium yang terjadi saat ini.

Demikian disampaikan Noviwaldy Jusman ketika ditanya PT Pertamina yang beralasan kelangkaan bbm premium terjadi karena adanya peralihan konsumen Partalite yang harganya mengalami kenaikan.

"Pihak pertamina tdk memahami situasi dan bermain intrik. Setahu saya, kondisi yang terjadi di masyarakat, masyarakat berbondong ke pertalite karena premium tidak ada dan langka," ungkap Noviwaldy Jusman kepada wartawan di gedung DPRD Riau.

Politisi Demokrat ini menegaskan, bbm jenis pertalite merupakan bahan bakar uang tidak disubsidi pemerintah dan diberikan pajak oleh pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pertalite itu kan tidak ada subsidi diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke atas dan diamanatkan pajak maksimal 10 persen. Yang terjadi di Riau perlu digarisbawahi, premium itu langka," ungkap Noviwaldy.

Legislator Dapil Pekanbaru ini juga menuding tingginya harga bbm jenis pertalite di Riau bukan semata karena pajak yang tinggi seperti yang disampaikan Pertamina. Namun, karena harga dasar bbm jenis pertalite tertinggi di Indonesia.

"Harga dasar sblm pajak Riau paling tinggi bagaimana mereka menyalahkan pajak yang terlalu tinggi dan alasan peralihan konsumen dari bbm pertalite. Itu mereka (pertamina) tidak Sportif, kalau tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Riau silahkan sampaikan," tegas Noviwaldy.

Ketika ditanyakan apakah ada pemanggilan yang akan dilakukan DPRD Riau terhadap PT Pertamina dengan adanya persoalan yang disampaikan tersebut. Noviwaldy menjelaskan, pihaknya memastikan dahulu berita yang beredar apa benar seperti itu yang disampaikan pihak PT Pertamina.

"Kita konfirmasi dulu. Betul ngak pertanyaannya seperti itu," pungkas Noviwaldy..

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina mengakui antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang terjadi di Riau disebabkan adanya peralihan konsumen Partalite yang harganya mengalami kenaikan.

Hal itu disampaikan Marketing Branch Manager Pertamina Riau-Sumbar, Pramono Wibowo, usai rapat pembenahan distribusi dan alokasi BBM Premium dan Partalite di Riau, Selasa 13 Maret 2018 di kantor Gubernur Riau.

Menurutnya, tahun 2017 konsumsi pertalite di Riau sudah mencapai 50 persen. Namun dikarenakan Januari 2018 Pertalite mengalami kenaikan yang disebabkan harga minyak dunia naik, tentu ini berpengaruh terhadap harga jual pertalite itu sendiri. Apalagi, kenaikan Pertalite dipengaruhi oleh pajak PBBKB dan sebagainya yang membuat masyarakat pengguna pertalite beralih ke bbm jenis premium.

Senada disampaikan Komite Balai Penyaluran Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas), Hendri Ahmad. Ia menyebutkan, kelangkaan premium di Riau terjadinya peralihan konsumen Pertalite ke Premium. (rdi)

Berita terkini

Distanak Jamin Pekanbaru Bebas Dari Daging Celeng

Rabu, 07 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Sekwan Sambut Kunker DPRD Kabuten Mangelang dan Tapin

Rabu, 07 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Dianggarkan Dua Ribu Unit, Pembangunan RLH Belum Jalan

Rabu, 07 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Sekolah Kedapatan Pungli, Kadisdik Rohil Marah

Selasa, 06 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Wawako Pimpin Upacara Hari Lahirnya Pancasila

Kamis, 01 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

38 PM SMP Juara Pekanbaru Terima Santunan KLY

Rabu, 31 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Kelangkaan Premium di Pekanbaru, ini Tanggapan Dewan

Senin, 29 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+