Jumat, 06 Oktober 2017 - 00:00:00 WIB

Mahasiswa asal Bengkalis Wakili UR diajang Summer School Program in Kobe 2017

Riaupunya.com – Kiprah budak Bengkalis dikancah nasional dan internasional menjadi perhitungan. Buktinya, satu dari lima mahasiswa utusan Universitas Riau (UR) pada Summer School Program in Kobe 2017, Jepang adalah budak Bengkalis.

Kegiatan Summer School Program in Kobe 2017, dilaksanakan di Global Study Program, Kobe University Jepang, Hyogo Prefecture, selama sepekan mulai dari 25 September sampai 1 Oktober 2017. Budak Bengkalis yang ikut dalam program ini adalah, Joni Iskandar alumni SMAN 1 Bantan, bersama rekan-rekannya, yakni Meliana Dewi, Abd Aziz, Erin​ Vianti, Anggia Sundari Milandry.

Kelima mahasiswa UR ini didampingi dua dosen pembimbing, Prof. Dr. Kirmizi Ritonga (Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Riau) dan Haryono, M.Pd (dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau)

Seperti disampaikan Joni Iskandar melalui layanan WhatsApp (WA), kegiatan yang diikuti merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya mahasiswa Kobe University melakukan melakukan Program Summer School di Desa Concong Luar Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Kepau Baru Kabupaten Kepulauan Meranti.

Selama berada di Negeri Sakura, Joni dan kawan-kawan mengikuti disuguhi belajaran berharga tentang pengolahan beras dan sistem irigasi di Jepang.

Kemudian mengenai pengolahan peternakan di salah satu ladang sapi terkenal di kota Kobe, riset penanaman beras lembaga food resources education and research centre, Graduate School of Agriculture Science Kobe University.

“Tak ketinggalan, sebagai negara maju yang tetap melestarikan budaya, belajar tentang tradisi dan kebudayaan Jepang,” ungkap Joni yang merupakan anak watan Desa Jangkang, Kecamatan Bantan.

Pada kesempatan berharga itu, utusan dari Universitas Riau ini tidak hanya, “mencuri” ilmu dari negeri matahari terbit, tapi juga membawa misi memperkenalkan kekayaan dan khasanah yang dimiliki Bumi Lancang Kuning. Saat itu, menyuguhkan tarian Zapin Lancang Kuning, Gurindam 12 dan silat penganting.

Tak hanya itu, mahasiswa juga memasak dan memperkenalkan makanan khas Melayu, yaitu asam pedas, mie sagu dan air mata pengantin. “Alhamdulillah, orang Jepag tertarik pertunjukan budaya yang kami suguhkan, termasuk kulienernya,” pungkas Joni. (put/diskominfotik)

Berita terkini

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seminar KNTSP Hadirkan Ridwan Kamil Sebagai Keynote Speaker

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

66 Orang Dosen UIR Telah Bergelar Doktor

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri: Perguruan Tinggi Ikut Andil Bangun Daerah

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Besok, 1.538 Lulusan UIR Diwisuda

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

PWI Inhil Dukung Program Kelas Inspirasi

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UIR Bekali 1.416 Calon Sarjana Kiat Menghadapi Dunia Kerja

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siswa SD 1 Sidokumpul Belajar Buat Sirop dan Tanam Markisa

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pelaksanaan UNBK, Disdik Hanya Tanggung SMP Negeri

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bawa Pulang Piala, SMAN 4 Borong Dua Juara Sekaligus

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

101 Anak Petani Sawit Riau Bersiap Lakukan PKL

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Bina Kepribadian dan Kepemimpinan, Mahasiswa UMRI Ikuti P2KK

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+