Rabu, 30 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Minta Dana, Banyak LSM Nakal Ngaku Wartawan Incar Sekolah di Pekanbaru

Riaupunya.com - Beberapa kepala sekolah di Pekanbaru diresahkan oleh tindakan beberapa oknum yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang datang kesekolah-sekolah dengan dalih melakukan peninjauan, lantas meminta dana ataupun sumbangan.

"Mereka datang bukan sekali dua kali kalau tidak kita kasih yang mereka minta. Anehnya mereka datang juga mengaku oknum wartawan dari beberapa media," ucap salah seorang kepala sekolah yang minta namanya tidak ditulis kepada wartawan, Rabu 30 Agustus 2017.

Lebih hebatnya, mereka juga langsung menuding pihak sekolah melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan sekolah atau sebagainya.

"Pokoknya mereka mencari-cari kesalahan, kalau tidak soal keuangan sekolah ya soal bangunan kita yang ada," ucap kepala sekolah SD tersebut, seperti dilansir riauaktual.com.

Wakil ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga juga tidak menampik banyaknya laporan beberapa oknum nakal LSM kepada pihaknya dilembaga dewan.

"Kita sudah dengar persoalan ini, dan kita minta Kesbangpol Pekanbaru menelusuri dan menindak LSM yang sudah menyalahi koridornya," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut, pada dasarnya lembaga LSM ataupun organisasi jika bertugas atau bekerja sesuai aturannya sangat membantu masyarakat dan juga pemerintah.

"Namun itu dia, jika melakukan tindakan diluar batas aturan yang ditetapkan tentunya dapat merusak nama LSM atau organisasi-organisasi lainnya," tuturnya.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Agus Purnomo ketika dihubungi berharap, pihak sekolah yang merasa dirugikan atas tindakan oknum yang mengaku sebagai LSM bisa melapor kepada pihaknya agar bisa dilakukan penelusuran guna mencari kebenaran.

"Segera laporkan ke kita, jangan takut jika kita memang tidak melakukan kesalahan. Kita sudah selalu ingatkan kepada pihak LSM untuk tidak melakukan tindakan diluar batas fungsi yang diatur undang-undang," jelasnya.

Agus juga menjelaskan, dalam Undang-undang Nomor 1 7 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) jelas dikatakan fungsi LSM seharusnya menjadi agen pembangunan, pemberi informasi dan mendorong program-program pemerintah.

"Jadi kalau ada yang mencoba memeras atau mencoba menakui-nakuti ini harus diperingati, jika tidak bisa akan kita cabut tanda terdaftarnya untuk kemudian akan kita laporkan kepada pihak kepolisian," tegasnya.

Disamping itu Agus juga mengakui banyak LSM di Pekanbaru yang belum melakukan perpanjangan atas keberadaanya, bahkan dari 400 ratusan sekian yang ada, hanya sekitar setengahnya yang rutin melakukan laporan.

"Jadi ada banyak juga yang belum melakukan kordinasi atas perpanjangan keberadaannya, dan tentunya kita himbau kepada LSM yang ada untuk bisa taat sesuai aturan," pungkasnya. ***

Berita terkini

DWP Riau Gelar Pelatihan e-Reporting Di Inhil

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Hadiri HPN 2017, Gubri Berharap Pers Lebih Profesional

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pustu Desa Redang 3 Kali Diusulkan Tak Pernah Terealisasi

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

35 Unit Toko Modern di Bengkalis Tak Berizin

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Desa Kedor Ruapt utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Layani Warga Dengan Baik

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Roby Cahyadi Pimpin KNPI Inhil

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+