Dewan Pekanbaru Sayangkan Keterlambatan Pembangunan Pasar Ramayana
Riaupunya.com -- Keluhan pedagang atas tidak jelasnya kelanjutan pembangunan pasar Ramayana atau lebi dikenal dengan plaza sukaramai pasca terbakar, akhirnya membuat Komisi II DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat kerja dengan pihak pengelola dalam hal ini PT Makmur Papan Permata.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri ketika dikonfirmasi seusai hearing meyayangkan lambannya pembangunan pasar ramayana pasca terbakar dan kurangnya sosialiasi dari pihak pengelola terkait konsep pembangunan pasar.
"Pastinya sangat kami sayangkan kenapa setelah setahun terbakar baru direncanakan dibagun sekarang, tapi sebelum dimulai tentunya ada sosialisasi juga, pemaparan seperti apa perencanaannya seperti apa Makanya kami panggil rapat hari ini," ujar Azwendi kepada wartawan, seperti dilansir riauaktual.com, Selasa 25 April 2017.
Namun, dikatakan poltisi Demokrat ini, Komisi II berencana akan menjadwal rapat kembali dengan pihak pengelola karena rapat hari belum tuntas dibahas, termasuk meminta data kajian kontruksi bagunan dan DED nya seperti apa.
"Jadi hari ini belum selesai, kami akan agendakan rapat ulang. Karena menurut pemaparan pihak pengelola kita dengar rencananya juga ada pengembangan, nah pengembangan ini apakah sudah cocok dan tepat dan kami pengen tahu lebih dalam lagi, dan mereka menyanggupi segala adminiastri dan kajian-kajian yang diperlukan dan disampaikan kepada komisi IIdalam pertemuan berikutnya," jelasnya.
Disamping itu, Azwendi juga sangat menyayangkan rencana adendum oleh pemerintah Kota Pekanbaru yang saat ini belum diketahui oleh pihaknya di DPRD Kota Pekanbaru.
"Rencananya terjadi adendum tapi kami tidak mengetahui secara pasti, seharusnya OPD terkait sudah memberi tau kami, bahwa adanya rencana adendum tersebut, kajian-kajiannya, alasanya seperti apa, tapi sangat disayangkan itu tidak terjadi, tentu ini teguran juga buat pemerintah kota untuk kedepan lebih proaktif kepada legislatif," ujarnya.
Sementara kepala cabang PT Makmur Papan Permata, Suryanto, mengungkapkan bahwasanya kelanjutan pembangunan pasar sukaramai sudah dilakukan, bahkan pembongkaran dan pembersihan puing-puing pasca kebakaran sudah dilakukan.
"Jadi tidak benar belum dilakuakan aktifitas pembangunan atau perbaikan. Pasar sukaramai ini bukan bangunan baru seperti tanah kosong yang memiliki tahapan pemagaran, pemancangan yang nampak. Itu semua tidak perlu, kalau kita masuk kedalam akan terlihat aktifitas pembenahan kita," tuturnya.
Dikatakan Suryanto lagi, pasar sukaramai memang akan diubah menjadi sebuah mal, namun izin usaha tetap perdagangan, mau disebut pusat grosir, pusat ritel, ataupun eceran hanya istilah. Makanya nanti pihaknya akan membuat ikonnya menjadi Sukaramai Trade Centre.
"Kita hanya merubah nama lokasi, tapi peruntukan tetap. Pasar ramayana atau sukaramai tetap dengan ciri khasnya sebagai pusat grosir dan eceran meskipun kedepan akan lebih dikenal dengan mal," ucapnya.
Sementara ketika disinggung terkait bahwasanya ada kabar wacana pembangunan hotel di kawasan tersebut nantinya, suryanto tidak menampik, namun itu bisa dilakukan paling tidak 3 atau 4 tahun kedepan.
"Pembangunan hotel tergantung kebetuhan kedepan, saat ini memang kita menyiapkan lahannya. Namun jadi apa tidak pembangunan hotel itu belum bisa kita pastikan. Saat ini kita fokus pembangunan area berdagang yang kita targetkan usai pada 2019 mendatang," pungkasnya.***






































