Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Penyelesaian RTRW Riau Tunggu KPK RI

Asri Auzar

Riaupunya.com -- Penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau batal tuntas Maret ini. Pembahasannya menunggu penjadwalan dari KPK RI selaku pihak yang memfasilitasi penyelesaian RTRW Riau bersama DPR RI, Kementerian terkait, Pansus RTRW DPRD Riau dan Pemprov Riau.

Ketua Pansus RTRW Riau Asri Auzar mengungkapkan penundaan penyelesaian RTRW karena belum diagendakannya pembahasan RTRW Riau oleh KPK RI sesuai permintaan pansus.

"Penundaan, karena kita masih menunggu jadwal KPK RI yang memfasilitasi pertemuan dengan komisi II, IV, VII DPR RI bersama pemprov Riau dengan ansus duduk semeja mencari kesepakatan," ungkap Asri kepada wartawan, Kamis 23 Maret 2017 di gedung DPRD Riau.

Disebutkannya, KPK RI akan memfasilitasi Pansus RTRW DPRD Riau melakukan pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Makanya duduk semeja menyelesaikan permasalahan RTRW provinsi Riau ini. Kita duduk bersama dengan KPK RI ini supaya tidak jadi permasalahan di belakang hari, shg setelah disahkan tidak ada lagi persoalan hukum di kemudian hari," tegas Asri.

Politisi Dapil Rohil ini mengungkapkan, dalam pembebasan lahan dari kawasan hutan masih terjadi perbedaan antara Tim terpadu dengan surat keputusan yang dikeluarkan Kementerian LHK RI dengan selisih 1,1 juta hektar lahan, menurut tim terpadu lahan yang harus dikeluarkan seluas 2,7 juta hektar. Sementara, SK Menteri LHK RI seluas 1,6 juta. Menurut pansus seleisih tim terpadu 1,1 juta.

"Setelah kita lakukan cek di lapangan ternyata masih ada perusahaan yang berupaya mengatasnamakan masyarakat di belakangnya koorporasi. Kita tidak akan pernah kita holding zone perambah hutan ini. Kita serahkan kpd penegak hukum menyelesaikannya," terang Asri.

Dijelaskannya, pansus RTRW akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Desa agar dikeluarkan dari kawasan hutan (holding zone).

"Sebab, masih ada 142 desa yang perlu kita holding zone kan, karena masyarakat desa sudah hadir ratusan tahun lalu disana. Seperti, Desa Perigi Jaya di Inhu dan kawasan Candi Muara Takus masih masuk kawasan hutan," pungkas Asri.(rdi)

Berita terkini

Rakernas APPSI, Soal Kelebihan Guru Jadi Sorotan

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Sekda dan Ombudsman Bahas Nasib 93 Honorer K2

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

APBD 2017 Pekanbaru Sudah Digunakan

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

UMK Inhil Terbesar Kelima di Riau

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden Jokowi Luncurkan Fasilitas Kemudahan Impor Bagi IKM

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

60 Persen SKPD Sudah Bentuk Perangkat Pelaksana Kegiatan

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Syariah BRK Berbenah Menuju Spin Off

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemprov Riau Sisihkan Silpa APBD untuk BUMD

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati Wardan Kembali Perjuangkan Jalan Provinsi ke Gubernur

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemprov Riau Ajukan Perubahan Nama Pansel Assesment

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Baru Dua Kota di Riau yang Laksanakan Metrologi Legal

Jumat, 27 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Dilantik Jadi Pj, Edwar Sanger Ingatkan ASN Soal Pungli

Kamis, 26 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Disnakertrans Dumai Lakukan Verifikasi SP/SB

Rabu, 25 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+