Kamis, 09 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Banyak Media tak Perhatikan Etika Pers

Ahmad Djauhar

Riaupunya.com -- Serikat Perusahaan Pers (SPS) bekerja sama dengan Dewan Pers gelar rapat koordinasi dan sinkronisasi verifikasi media di Riau. Dalam pertemuan ini, banyak diulas terkait keberadaan media abal-abal yang tidak memperhatikan dari aturan pers itu sendiri.


Kegiatan yang digelar di Pauh Janggi Gedung Daerah ini dihadiri Ketua Harian SPS yang juga Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, Ketua SPS Riau Zulmansyah Sekedang serta sejumlah awak media yang tergabung dalam beberapa organisasi pers di Riau.


"Maraknya media abal-abal yang tujuannya tidak lain karena kepentingan tertentu. Banyak tidak memperhatikan etika pers, bagaimana membuat berita sebagaimana diatur dalam ketentuan pers itu sendiri," kata Ahmad Djauhar, Kamis 9 Maret 2017.


Karena itu diharapkan salah satu jurus SPS dan Dewan Pers sendiri untuk menangkal keberadaan pers abal-abal tersebut melalui verifikasi media pers. Karena itu diharapkan melalui verfikasi pers yang sedang dilakukan dewan pers ini akan ada media yang benar menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan pers itu sendiri.


Hanya saja menurut Ahmad Djauhar, bagi media yang tak yang tak terverifikasi, Dewan Pers dan SPS tak punya kewenangan untuk menertibkan meski tetap 'bergentayangan'. Berbeda untuk media yang telah terverifikasi, Ahmad Djauhar menyatakan itulah mitra pemerintah yang telah memiliki standar regulasi perundanganan.


"Kalau yang tak terverifikasi, kita tak memiliki kewenangan untuk menertibkan. Tetapi biarlah masyarakat yang menghakimi. Inikan soal kepercayaan, yang tak dipercaya tentu akan mati dengan sendirinya," ujarnya.


Sementara Gubernur Riau diwakili Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harofie menyatakan dukungannya kepada SPS yang menyatakan niatnya untuk berbenah. Salah satunya dalam bentuk verifikasi media yang saat ini maulai dilakukan.


Menurut Ahmad Syah, bagi pemerintah hal ini tentu saja bukan untuk menghambat laju pertumbuhan industri pers itu sendiri. Tetapi lebih pada peningkatan kualitas medianya yang taat dengan etika pers.


"Dewan pers harus cepat berbenah. Walau pun saat ini dewan pers telah melakukan kerja sama dengan organisasi induk pers dengan melakukan verifikasi media. Hal ini tentu saja ukan untuk menghambat lajunya pertumbuhan perushaan pers. Tetapi lebih pada melakukan pembenahan-pembenahan," paparnya.



Sumber: MC Riau


Berita terkini

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Ketua Baleg Akui Kinerja Legislasi DPR Rendah

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Desa Kedor Ruapt utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Layani Warga Dengan Baik

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Roby Cahyadi Pimpin KNPI Inhil

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Alasan Kuat Merokok Tak Boleh dalam Ruangan

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+