Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

118 Warga Pekanbaru Terserang DBD, DPRD Mulai Pertanyakan Kinerja Jumantik

Riaupunya.com -- Hingga hari ini tercatat 188 orang warga Kota Pekanbaru menderita akibat terserang demam berdarah denque (DBD).

Atas kondisi tersebut, kalangan Anggota Dewan turut prihatin sekaligus mempertanyakan kinerja Dinas terkait dalam melakukan pencegahan atau antisipasi, salah satunya kinerja Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang dibentuk oleh Diskes dan ditempatkan disetiap kecamatam di Kota Pekanbaru.

"Katanya Jumantik ada di tiap kecamatan, apa kerja mereka ?, ada nggak memberikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi atau pencegahan selama ini," cetus anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Khasim, Rabu 1 Maret 2017.

Langkah pencegahan ini menurut Politisi PKB ini, sudah seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum wabah DBD berkembang pesat ditengah masyarakat.

"Kita sama-sama tau, itu DBD sangat mudah sekali berkembang saat musim hujan seperti sekarang, apalagi ada genangan air, untuk itu seharusnya selain penyemprotan pemberian bubuk abate di air tergenang perlu dilakukan terutama dirumah-rumah warga," ucap Marlis.

Selain itu, kepada warga Marlis juga menghimbau untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan giat melakukan gotong royong, terutama membersihkan gorong-gorong yang tersumbat sampah dan menyebabkan genangan air.

"Kita himbau tetap menjaga pola hidup bersih, terutama perkarangan rumah, terapkan 3 M plus, dan bagi masyarakat yang terindikasi kena DBD segera membawa anggota keluarga ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut dan agar tidak semakin parah" Harap Marlis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasus Demam Berdarah Dengue (BDB) di Pekanbaru terus bertambah. Hingga minggu ke delapan, DBD sudah tembus angka 118 kasus.

"Hingga kini kasus DBD sudah 118 kasus. Tampan dan Bukit Raya tertinggi," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti di Pekanbaru, kemarin.

Ia meminta masyarakat untuk ikut andil menekan angka DBD dengan cara berprilaku hidup sehat. Masyarakat diimbau untuk melakukan 3 M plus agar bisa memutus mata rantai penyebaran DBD.

Abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun ke depan, sudah disiapkan Diskes. Tetapi untuk penggunaan itu harus tetap melakukan fogging sesuai standard operating procedure (SOP).

"Apabila ada kasus, Diskes lakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging," kata dia.


Sumber: Riauaktual.com


Berita terkini

Satpol PP Pekanbaru Turunkan 79 Benner "Kadaluarsa"

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rekrut Naker tak Melapor, Disnakertrans Dumai Panggil PT. ESM

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Waspada! Bendung Katulampa Siaga II

Rabu, 15 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sukseskan Gerakan 1000 Pohon, UR Gandeng Empat Mitra

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dishub Akui Pelayanan TMP Belum Maksimal

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Doa Menkominfo Untuk Kelancaran Peluncuran Satelit Telkom 3S

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Wabup Inhil Ingatkan Bahaya Ngelem di Kalangan Anak

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rohil Dimnta Optimalkan Potensi Kelautan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Melorot Tajam

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejak Dini Hari tadi, Sumut Diguncang Delapan Kali Gempa

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tender Jembatan Siak IV Masalah Tekhnis Saja Lagi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

DWP Riau Gelar Pelatihan e-Reporting Di Inhil

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Hadiri HPN 2017, Gubri Berharap Pers Lebih Profesional

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+