Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:53:25 WIB

Hampir Dua Pekan Air Mati, Pengusaha Bengkalis Terancam Bangkrut

BENGKALIS (Riaupunya.com) – Krisis air bersih di Kabupaten Bengkalis sudah hampir dua minggu dan membuat para pengusaha di sana kebingungan. Layanan air bersih yang dioperasikan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Terubuk Bengkalis telah berhenti total. Hal ini menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah bagi para pelaku usaha.

Pengusaha air galon, Adef Adi, mengaku usahanya lumpuh total sejak awal Agustus. Produksi air galon terhenti, sementara kerugian mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.

“Usaha ini sudah berjalan hampir tiga tahun, baru kali ini terhenti total. Bagaimana saya bisa bayar gaji karyawan kalau produksi macet? Tagihan PDAM juga melonjak dari Rp1,5 juta jadi Rp4-5 juta per bulan,” keluh Ade, Selasa 12 Agustus 2025.

Pengusaha kedai kopi, Sabri, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia harus membeli sampai 10 galon air setiap hari hanya untuk mencuci gelas, piring, dan keperluan toilet.

"Sudah dua minggu seperti ini, kami mengalami kerugian besar. " Saya bayar pajak dan tagihan PDAM, tapi airnya tidak mengalir. "Itu menghalangi investasi," ujarnya dengan tegas.

Pelaku usaha cuci mobil pun terkena dampak. Pemilik doorsemer di Jalan Ahmad Yani mengaku harus menolak pelanggan karena kekurangan pasokan air. “Rugi kami sudah belasan juta. Pemerintah dan DPRD harus turun tangan memanggil direktur PDAM,” kesalnya.

Ironisnya, meski hujan sempat turun di Bengkalis beberapa hari terakhir, distribusi air bersih tak kunjung pulih.

Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Terubuk, Hary Kumbara, mengakui pihaknya terpaksa menghentikan produksi sejak Jumat lalu karena keterbatasan air baku. Sebelumnya, PDAM memanfaatkan air dari Waduk BWSS III Riau, namun cadangan tersebut habis dalam sepekan.

“Waduk utama masih ada air, tapi kondisinya keruh seperti kopi susu, tidak bisa diolah dengan sistem nano filter. Kami sedang beralih ke pengelolaan konvensional, tapi butuh bahan kimia dan instalasi peralatan yang sudah lama tidak digunakan,” jelas Hary.

Ia menyebut, jika proses ini lancar, produksi air bisa kembali berjalan pada Kamis dengan kapasitas 30 liter per detik, jauh di bawah kapasitas normal 80 liter per detik. Dengan stok air baku yang terbatas, pasokan diperkirakan hanya mampu bertahan empat sampai lima hari tanpa hujan.

Para pengusaha mendesak Pemkab Bengkalis dan DPRD segera mencari solusi permanen agar krisis ini tidak berulang. Mereka menilai PDAM telah gagal memenuhi kewajibannya.

“Kami butuh air untuk hidup dan usaha, bukan sekadar janji,” tegas salah satu pelaku usaha.

Krisis ini menjadi ujian bagi pengelolaan layanan publik di Bengkalis. Tanpa langkah cepat dan terukur, dampaknya bisa meluas, bukan hanya ke pengusaha, tapi juga ke masyarakat luas yang mengandalkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (AP)

Berita terkini

Tingkatkan Kualitas, Alumni SMK Binaan Honda Siap Kerja

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 22:21:45 WIB

Pengereman Aman Sepeda Motor dengan Empat Jari

Rabu, 30 Juli 2025 - 16:30:53 WIB

Hingga Akhir Juli, Capella Honda Tawarkan Program Menarik

Selasa, 22 Juli 2025 - 21:34:40 WIB

Honda Care, Solusi Sepeda Motor Mogok

Minggu, 18 Mei 2025 - 18:50:37 WIB

Program MAYTIC Capella Honda, Beri Penawaran Menarik

Selasa, 06 Mei 2025 - 15:31:58 WIB

Aspekur Minta Program MBG Benar-benar Libatkan UMKM

Sabtu, 26 April 2025 - 18:20:05 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+