Wakaf untuk Pembangunan Tajdid Center,
UMRI Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS
RiauPunya.com (Pekanbaru) - Jumat 12 Agustus 2022, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS).
Dalam kegiatan yang dihadiri para tokoh-tokoh Riau seperti Hj Azlaini Agus, Ketua FKPMR drh Chaidir, anggota DPR RI Drs H Achmad Msi, Dr Syamsurizal, Ketua PW Muhammadiyah Riau Abdul Wahid, akademisi Husnu Abadi, seniman Fakhrunas MA Jabbar, dan lainnya tersebut juga sebagai sarana menghimpun wakaf dari para jamaah yang hadir untuk pembangunan gedung tajdid center UMRI.
UAS dalam kesempatan itu banyak membahas tentang pentingnya ummat Islam memperbanyak wakaf infak atau sedekah semasa hidup di dunia, karena hanya itulah yang akan dibawa ke akhirat kelak.
"Bapak, Ibuk, jangan lagi menumpuk numpuk harta untuk dunia ini, misalnya menyimpan uang banyak banyak, membeli emas, berlian, mobil, rumah dan sebagainya, yanga kesemua itu hanya bisa dinikmati di dunia ini," ujar UAS.
Harta benda yang bapak ibuk kumpulkan di dunia ini tidak ada yang akan dibawa ke akhirat, yang ada hanya akan di nikmati oleh ahli waris yang hidup.
"Jadi mari kita berlomba-lomba untuk akhirat, seperti apa yang disampaikan pak Rektor tadi, yang ingin membangun gedung dengan menggunakan dana wakaf dari ummat, ambil kesempatan ini, jangan disia-siakan," ajak UAS.
Di Padang Mahsyar nanti, lanjut UAS, yang berguna hanya lah amal ibadah selama kita hidup didunia, salah satu nya yang paling penting adalah seberapa banyak kita menggunakan rezeki berupa uang itu untuk kita infak kan atau diwakafkan.
"Ya, kalau kita berwakaf seratus juta, tentu akan beda dengan yang berwakaf 100 ribu, satu juta dan lainnya, jadi jangan takut untuk berwakaf sebanyak banyak nya, ini bukan untuk UMRI, bukan untuk perserikatan Muhammadiyah, tapi ini adalah untuk kita diakhirat kelak, karena semua kita akan meninggal dunia," ungkapnya.
Sementara, Rektor UMRI Dr H Saidul Amin MA, menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Universitas ini menjadi milik ummat dan milik bangsa, sebab universitas yang baik ia bertahta di hati ummat, ia berdiri diatas semua golongan.
"Kita juga ingin membuktikan bahwa kekuatan ummat Islam itu sangat besar, selama ini
kita membangun gedung dengan meminjam uang ke bank bank mitra kita, seperti BRK, BSI, Bank Muamalat dan lainnya, tapi untuk satu gedung ini, kita mencoba berdiri sendiri, membangun dengan menggunakan dana wakaf," ujarnya.
Rektor juga mengatakan bahwa untuk keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung tersebut sekitar Rp 30 miliar, dan dana yang sudah terkumpul sekitar Rp 2 miliar.
"Itu belum termasuk yang kita kumpulkan hari ini, yang Alhamdulillah menurut keterangan tadi jumlah mencapai Rp 413 juta. Kita berharap tahun ini atau maksimal pada kuliah angkatan 2023/2024 sudah bisa difungsikan gedungnya," harap Rektor. (lan)































































