Buka PKKMB dan MASTA, ini Pesan Rektor UMRI
RIAUPUNYA.COM -- Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tahun ini berasal dari berbagai daerah, dengan jumlah asal sebanyak 106 Kabupaten / Kota dari Provinsi Besar di Indonesia, yakni Provinsi di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Demikian disampaikan Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta'aruf (MASTA) Angkatan 2020/2021, di lantai III gedung Ahmad Dahlan Rektorat UMRI, Selasa 28 September 2021.
"Dengan demikian UMRI
merupakan kampus yang mengedepankan toleransi, dan menjadi lingkungan yang nyaman dalam menyongsong masa depan Ananda sekalian," kata Rektor.
Mubarak menjelaskan, hingga saat ini UMRI telah memiliki alumni sebanyak 16.533 lulusan. Mayoritas Lulusan telah berkiprah di instansi pemerintahan, perusahaan negara dan swasta, wirausahawan serta melanjutkan studi di dalam dan luar negeri.
"Untuk itu, Ananda harus optimis dapat menyelesaikan studi selama 3 hingga 4 tahun ke depan seperti senior Ananda dengan usaha keras dan tentu do’a yang tidak pernah putus," ujarnya memberi semangat.
"Selamat datang di dunia pendidikan tinggi. Dunia yang harus Ananda emban dengan penuh tanggung jawab untuk berhasil. Dunia yang bisa ditaklukkan dengan belajar lebih keras dan lebih cerdas. Ketahuilah di tahap ini, kalian bukan hanya belajar untuk diri sendiri, bukan hanya untuk membahagiakan orang tua tetapi untuk menciptakan masa depan kalian sendiri dan menjadi kebanggaan serta solusi bagi bangsa negara serta agama," lanjut Rektor.
Mubarak menambahkan, masa pandemi telah mempercepat transformasi digital di setiap aspek kehidupan. Dua tahun sudah pembelajaran yang semula luring beralih ke digital. Maka siapa yang cepat beradaptasi dengan kondisi apapun, akan berhasil.
"Kesuksesan hari ini yaitu ketika menjadi manusia yang cepat beradaptasi dengan ilmu terkini, teknologi dan berakhlak luhur. Tanpa ilmu, kita tidak tau luasnya dunia. Tapi Ilmu tanpa akhlak juga membawa pada kehancuran," pungkasnya.
Sementara, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI Prof Dr H. Isjoni MSi menyebut, terdapat keunggulan yang dimiliki oleh Mahasiswa UMRI dibandingkan dengan mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi lainnya, yakni Mahasiswa diberi pembekalan keilmuan Al Islam Kemuhammadiyahan.
"Banyak nilai lebih yang diperoleh Mahasiswa UMRI dari AL Islam Kemuhammadiyahaan ini, dan kita sampaikan bahwa itu menjadi nilai lebih tersendiri bagi mereka ketika sudah menjadi alumni UMRI," kata Isjoni.
Karena itulah, Dia mengajak kepada Mahasiswa baru UMRI untuk bisa mengikuti berbagai program dalam Al Islam Kemuhammadiyahan dengan baik dan benar. "Karena ini akan menjadi nilai lebih bagi ananda dikemudian hari, maka jangan mengikutinya setengah-stengah, ikutilah dengan sepenuh hati dan dengan sungguh-sungguh," ungkapnya.
Adapun dari total jumlah Mahasiswa/i baru UMRI tersebut adalah sebanyak 2.326 orang dengan rincian jumlah 1.168 mahasiswa dan 1.158 mahasiswi. Mereka tersebar di Delapan Fakultas, dengan rincian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni sebanyak 546 Mahasiswa/i, Fakultas Ilmu Komputer dengan jumlah 404 Mahasiswa/i, Fakultas MIPA dan Kesehatan 317 Mahasiswa/i.
Fakultas Ilmu Komunikasi 229 Mahasiswa/i, Fakultas Teknik 257 Mahasiswa/i, Fakultas Hukum 229 Mahasiswa/i, Fakultas Studi Islam 172 Mahasiswa/i dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) sebanyak 135 Mahasiswa/i.
Sebagai apresiasi kepada sekolah yang telah memberi sumbangsih terbanyak dalam memilih UMRI sebagai tempat kuliah, pihak kampus memberikan penghargaan berupa uang tunai dan juga bingkisan, masing-masing diberikan kepada SMKN 2 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMKN 4 Pekanbaru dan SMK Perbankan Pekanbaru. (lan)
Simak juga informasi seputar UMRI lainnya di http://www.umri.ac.id





























































