Selasa, 02 Februari 2021 - 06:16:49 WIB

AHY Sebut Perencana Kudeta Demokrat Eks Kader dan Pejabat 

RIAUPUNYA--Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menduga ada lima pihak yang berstatus kader, eks kader, hingga pejabat pemerintah yang berniat mengambil paksa partainya.

Rinciannya, satu kader aktif Partai Demokrat, satu kader yang sudah 6 tahun tak aktif, satu mantan kader yang diberhentikan sejak 9 tahun lalu akibat kasus korupsi, dan seorang mantan kader yang berhenti dari Demokrat 3 tahun lalu.

"Sedangkan [pihak yang berasal dari] non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang dimintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi persnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (2/1/2021).


Meski demikian, dia tak merinci siapa nama-nama pelaku manuver politik tersebut. AHY hanya mengaku mendapatkan laporan dari banyak pimpinan dan kader partai Demokrat tentang gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat tersebut 10 hari yang lalu.

Menurutnya, manuver itu dilakukan secara sistematis karena sudah melibatkan pihak luar. Para kader itu bahkan mengakui sudah diajak, via telepon maupun pertemuan langsung, untuk melakukan manuver pergantian pucuk pimpinan Partai Demokrat tersebut.

"Para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor kepada kami tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat," kata dia.

Konsep pengambilalihan partai yang dipilih para pelaku ini, lanjutnya, adalah lewat Kongres Luar Biasa (KLB). Proses pengambilalihan posisi Ketum Partai Demokrat, kata AHY, akan dijadikan kendaraan untuk mencalonkan diri dalam Pemilu Presiden 2024.

"Berdasarkan penuturan saksi dalam berita acara pemeriksaan, untuk 'memenuhi syarat' dilaksanakannya KLB," ungkapnya.

"Pelaku gerakan menargetkan 360 orang para pemegang suara, yang harus diajak dan dipengaruhi, dengan imbalan uang dalam jumlah yang besar," sambung dia.


AHY mengatakan para pelaku pelaku manuver tersebut merasa yakin gerakan ini pasti sukses. Sebab, mereka mengklaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya.

"Kami masih berkeyakinan, rasanya tidak mungkin cara yang tidak beradab ini dilakukan oleh para pejabat negara, yang sangat kami hormati, dan yang juga telah mendapatkan kepercayaan rakyat," kata AHY.

Sebelumnya, AHY mengungkap ada lingkaran dekat Jokowi yang hendak mengambil paksa Partai Demokrat. Ia kemudian menyurati Jokowi untuk mengklarifikasi hal tersebut.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Pakar Ragukan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024

Senin, 01 Februari 2021 - 07:54:31 WIB

Sidang Gusnur Soal Kebencian NU Digelar Hari Ini

Selasa, 19 Januari 2021 - 07:55:19 WIB

Resmi Deklarasi, Partai Masyumi Aktif Kembali 

Sabtu, 07 November 2020 - 10:31:05 WIB

Partai Golkar Siapkan 2370 Saksi untuk Pemenangan ESA

Minggu, 01 November 2020 - 13:46:56 WIB

Wakil Gubernur Hadiri Pelantikan PAW Penganti Dedet

Senin, 26 Oktober 2020 - 15:35:44 WIB

TAK Pernah Bedakan Suku, Kasmarni Sosok Pemimpin Nasionalis

Kamis, 08 Oktober 2020 - 18:49:12 WIB

Blusukan Sapa Pedagang, Kasmarni Didoakan Jadi Bupati

Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:13:35 WIB

Empat Paslon Walkot Dumai Bertarung Telah Miliki Nomor Urut 

Kamis, 24 September 2020 - 15:57:49 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Religi

Unilak Gelar Peringatan Israj Miraj Secara Online

Unilak Gelar Peringatan Israj Miraj Secara Online

Sabtu, 13 Maret 2021 - 09:30:19 WIB
Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Jumat, 06 November 2020 - 11:19:16 WIB
360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

Senin, 02 November 2020 - 09:57:02 WIB
Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 06:18:30 WIB